Dana Pemulihan Ekonomi Nasional Sudah Terserap Rp366,86 Triliun

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (Satgas PEN) mengumumkan bahwa realisasi penyaluran anggaran PEN hingga 2 November 2020 telah mencapai Rp366,86 triliun atau 52,8 persen dari pagu Rp695,2 triliun.

Ketua Satgas PEN, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan, untuk kuartal III-2020 pihaknya telah berhasil menyalurkan anggaran tersebut lebih dari Rp150 triliun. Meskipun dari bulan ke bulan penyalurannya melambat.

Pada Juli 2020, anggaran PEN tersalurkan Rp147,67 triliun, lalu naik Rp63 triliun pada Agustus 2020 menjadi Rp211,6 triliun. Selanjutnya, naik Rp106,88 triliun ke September 2020 menjadi Rp318,48 triliun.

Baca juga: Sri Mulyani Yakin Pemerintah Tidak Akan Gagal Kelola Utang

Namun, mulai ke Oktober 2020 kenaikannya cuma Rp45,18 triliun menjadi Rp363,66 triliun. Selanjutnya pada posisi ke November 2020 hanya naik Rp3,2 triliun menjadi Rp366,86 triliun hingga 2 November 2020.

"Dan arahan Pak Presiden pada kuartal IV ini disalurkan semaksimal mungkin. Kami harap sisa anggaran PEN bisa kita serap semua minimal Rp100 triliun di kuartal IV ini," tutur dia, Rabu, 4 November 2020.

Jika dibedah berdasarkan sektornya, dia melanjutkan, penyaluran terbesar untuk perlindungan sosial yang realisasinya sudah Rp176,38 triliun dari pagu Rp203,9 triliun. Angka itu sebesar 86,51 persen dari pagu.

Baca juga: Jerman Sumbang Rp3,3 Miliar untuk Bangun Waterway Sungai Cisadane

Kemudian, dukungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah tersalurkan Rp93,49 triliun dari pagu Rp123,47 triliun atau 75,81 persennya. Kesehatan Rp31,14 triliun dari pagu Rp87,55 triliun atau baru 35,57 persennya.

Insentif usaha mencapai Rp35,49 triliun dari pagu Rp120,61 triliun atau 29,43 persennya. Sektoral kementerian atau lembaga dan pemerintahan daerah Rp30,25 triliun dari pagu Rp106,11 triliun atau 28,51 persennya.

"Jadi benar-benar kita berharap di pandemi yang tidak mengenakkan ini kita tetap, negara tetap, pemerintah tetap memperhatikan dan mendukung rekan-rekan yang terdampak paling bawah," ungkap Budi. (art)

Baca juga: 1 November, Belanja Infrastruktur PUPR Baru 68 Persen