Danai Liga Super Eropa, JP Morgan Panen Kritikan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - JP Morgan Chase & Co diketahui membiayai Liga Super Eropa yang melibatkan belasan klub dengan basis suporter terbanyak di benua biru.

Hal ini menuai kritikan keras dari para penggemar, badan pengelola olahraga, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron hingga keluarga kerajaan Inggris. Bahkan, JP Morgan mendapat ejekan di media sosial karena perannya dalam kesepakatan itu.

"Saya tidak berpikir proyek itu sekarang masih berjalan," kata ketua klub Italia Juventus, Andrea Agnelli seperti dikutip dari CNN, ditulis Jumat (23/4/2021).

JPMorgan (JPM) dikabarkan memberikan pinjaman senilai € 3,5 miliar (USD 4,2 miliar) untuk memulai megaproyek tersebut. Sumber yang mengetahui hal itu mengatakan keterlibatan JPMorgan telah diperiksa oleh komite internal yang menilai kesepakatan potensial untuk reputasi atau risiko kredit.

Sumber tersebut mengatakan diskusi tentang pembentukan liga telah berlangsung selama beberapa tahun, meskipun JPMorgan tidak terlibat dalam negosiasi antar klub.

Namun, JP Morgan memiliki hubungan yang erat dengan banyak tim yang terlibat. Antara lain menyediakan pembiayaan stadion untuk Real Madrid besutan Florentino Perez yang juga akan memimpin Liga Super.

Adapun Bank dinilai tidak akan mengalami kerugian finansial jika proyek tidak dilanjutkan. Akan tetapi, di mata penggemar olahraga, citra JP Morgan telah tercoreng.

European Super League Ditunda

Seorang penggemar Arsenal berdiri dengan memegang spanduk anti Liga Super Eropa di luar Stadion Emirates, London, Senin (19/4/2021). (Foto: AFP/Tolga Akmen)
Seorang penggemar Arsenal berdiri dengan memegang spanduk anti Liga Super Eropa di luar Stadion Emirates, London, Senin (19/4/2021). (Foto: AFP/Tolga Akmen)

Sebelumnya, kompetisi tandingan Liga Champions, European Super League atau Liga Super Eropa akan ditunda. Keputusan penundaan diambil setelah beberapa peserta akhirnya memilih untuk mundur.

European Super League awalnya direncananya digelar pada Agustus 2021. Ditargetkan ada 20 klub yang ikut serta. Saat diumumkan 18 April 2021 lalu, sudah ada 12 klub yang ikut serta sebagai pendiri European Super League.

Namun baru dua hari diumumkan, European Super League langsung menemui kemunduran. Enam klub Liga Inggris secara resmi memutuskan mundur. Manchester City menjadi yang pertama sebelum diikuti Liverpool, Manchester United, Arsenal, Chelsea dan Tottenham Hotspur.

AC Milan, Inter Milan, Barcelona dan Atletico Madrid juga dikabarkan akan menyusul keenam klub Liga Inggris ini. Ke-12 klub peserta bertemu pada Selasa (20/4/2021) malam waktu setempat.

Usai pertemuan, European Super League akhirnya dinyatakan ditunda. Namun proyek ini belum benar-benar dibatalkan. Para pendiri nampaknya masih yakin bisa berjalan. Keenam klub Inggris juga dinyatakan mundur bukan karena keinginan sendiri, melainkan tekanan dari luar.

"Mengingat keadaan saat ini, kami sedang mempertimbangkan kembali langkah-langkah yang tepat, untuk membentuk kembali proyek. Kami mengusulkan kompetisi baru, karena kompetisi saat ini tidak berfungsi. Klub Inggris terpaksa pergi, karena tekanan dari luar," demikian pernyataan resmi European Super League.

Langkah 12 klub besar Eropa ini memunculkan European Super League nampaknya cukup sukses. Walau tidak jadi bergulir, UEFA selaku pengelola Liga Champions kebakaran jenggot dan akhir akan membuat format baru kompetisi antarklub Eropa dengan hadiah yang lebih besar.

European Super League awalnya akan dimulai Agustus 2021. Nantinya akan ada 15 klub peserta tetap dengan lima tambahan. Lima klub ini bisa ikut Liga Super Eropa berdasarkan pencapaian di musim reguler.

Namun European Super League mendapat penolakan dari klub peserta Liga Italia, Inggris dan Spanyol. Mereka meminta klub peserta European Super League dikeluarkan dari liga domestik.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini