Danai Pabrik di Gorontalo, Bumi Resources Minerals Tunggu Restu OJK untuk Rights Issue

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) akan melakukan menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Rencananya, dana hasil rights issue dialokasikan untuk pembangunan pabrik pengolahan emas di Gorontalo dengan kapasitas 2.000 ton bijih per hari.

Rencana tersebut sudah mendapat persetujuan pemegang saham pada RUPSLB Perseroan pada Agustus 2021. Namun, hingga saat ini Perseroan belum memperoleh izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). sebelumnya izin efektif diperkirakan terbit pada 5 Oktober 2021.

"Untuk yang di Gorontalo ini tergantung dari disetujui atau tidaknya rencana right issue kami oleh Otoritas Jasa Keuangan,” kata Direktur & Investor Relations PT Bumi Resources Minerals Tbk, Herwin Hidayat dalam paparan publik Perseroan, Jumat (19/11/2021).

Jika pembangunan pabrik di Gorontalo ini terlaksana, Perseroan nantinya akan memiliki total empat pabrik dengan kapasitas 10.500 ton bijih per hari.

Rinciannya, dua pabrik di Palu dengan kapasitas masing-masing 4.000 ton bijih per hari, satu pabrik eksisting dengan kapasitas 500 ton bijih per hari. Lalu ditambah dengan pabrik di Gorontalo yang memiliki kapasitas 2.000 ton bijih per hari.

"Untuk pabrik di Gorontalo, dana bisa didapatkan apabila proposal rights issue atau penawaran umum terbatas kami dalam prospektus dapat disetujui oleh OJK dengan adanya pernyataan efektif dari OJK yang sampai sekarang masih kami tunggu,” ungkapnya.

Merujuk prospektus PUT II Perseroan, Bumi Resources Minerals menawarkan sebanyak-banyaknya 24 miliar saham biasa seri B dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Direksi atas nama Bumi Resources Minerals akan melakukan PUT II kepada para Pemegang Saham dalam Rangka Penerbitan HMETD Sebanyak 23.672.993.019 saham biasa seri B dengan harga pelaksanaan Rp 70 setiap saham. Sehingga seluruhnya berjumlah Rp 1,66 triliun.

Adapun pemegang saham utama Perseroan, yakni PT Bumi Resources Tbk, belum memutuskan apakah akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya.

Namun selaku pembeli siaga yakni Summer Ace Ventures Limited dan Hartman International Pte. Ltd., sepakat untuk mengambil bagian sisa saham yang tidak diambil oleh para pemegang saham masing-masing sebanyak-banyaknya 17.915.924.714 saham dan 5.757.068.305 saham dengan harga yang sama dengan harga pelaksanaan PUT II Perseroan, yaitu sebesar Rp 70 setiap saham.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham BRMS

Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan berjalan di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pada penutupan perdagangan Jumat, 19 November 2021, saham BRMS menguat 1,83 persen ke posisi Rp 111 per saham. Saham BRMS dibuka stagnan Rp 109.

Saham BRMS berada di level tertinggi Rp 117 dan terendah Rp 111 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.131 kali dengan volume perdagangan 33.898.650. Nilai transaksi Rp 354,5 miliar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel