Danamon, Grab dan Visa Luncurkan Kartu Kredit Bersama

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kerja sama antara Grab, Bank Danamon dan Visa meluncurkan inovasi baru berupa kartu kredit The Danamon Grab Credit Card, Selasa (2/11). Peluncuran tersebut mengusung tema #BisaLah dan #JadiDiriGue.

Presiden Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Yasushi Itagaki, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi dan Presiden Director PT Visa Worldwide Indonesia, Rico Abdurrahman hadir dalam peluncuran.

Yasushi mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah awal untuk mempermudah kehidupan generasi Z dan Milennial (Zlennial) yang hidupnya serba mobile. Harapannya, kerja sama yang inovatif dapat terus berlanjut, demi mencukupi kebutuhan-kebutuhan Zlennial.

"Saya mengucapkan terima kasih untuk Grab Indonesia dan Visa Indonesia untuk kesempatan kolaborasi strategis ini," ujarnya, Jakarta, Selasa (2/11).

Yasushi berharap Danamon Grab Credit Card dapat membantu para nasabah terkhusus untuk generasi milennial dan Zlennial agar dapat secara maksimal mengembangkan potensi yang dimiliki.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Permudah Zlennial

Grab, Aplikasi Grab. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat
Grab, Aplikasi Grab. Liputan6.com/Mochamad Wahyu Hidayat

Sementara itu, Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan kartu kredit ini hasil kolaborasi dan inovasi yang bertujuan untuk mempermudah kehidupan Zlennial yang serba mobile.

"Kartu kredit yang kami luncurkan ini adalah hasil dari kreativitas dan inovasi serta semangat. Itu yang memotivasi kami. Kami percaya Danamon adalah mitra yang tepat karena selalu mengutamakan kebutuhan dan layanan yang terbaik bagi nasabah," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Director PT Visa Worldwide Indonesia, Rico Abdurrahman menambahkan, berdasarkan data internal sebanyak 68 persen dari seribu peserta survei sudah bisa hidup tanpa uang tunai selama satu pekan. 80 persen adalah generasi Y dan Z.

"Mereka beralasan, uang tunai sangat tidak praktis dan tidak higienis. Terlebih dimasa pandemi ini," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel