Danareksa berdayakan perempuan difabel wujudkan kemandirian ekonomi

PT Danareksa (Persero) mendorong perempuan difabel mewujudkan kemandirian ekonomi lewat berwirausaha dengan menggelar pelatihan bisnis UMKM “Program Berdaya Bersama Sahabat Perempuan Difablepreneur.”

“Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan para peserta tentang pengaruh kondisi ekonomi saat ini dengan dunia usaha, cara merancang produk yang unggul, digital marketing, hingga optimasi media,” kata Corporate Secretary PT Danareksa (Persero), Putu Dewika dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Dewika menuturkan Danareksa melalui Srikandi Danareksa sangat aktif berperan dalam pemberdayaan perempuan. Terlebih pasca pandemi COVID-19 yang menuntut untuk beradaptasi kembali, termasuk para penyandang disabilitas yang memiliki UMKM (difablepreneur).

Data Kementerian Ketenagakerjaan mengungkapkan bahwa saat ini tenaga kerja disabilitas yang berhasil ditempatkan dalam sektor tenaga kerja formal baru sekitar 2.851 orang atau sekitar 1,2 persen.

Sedangkan total jumlah penyandang disabilitas di Indonesia tercatat sebanyak 23 juta, di mana 4,9 juta diantaranya merupakan generasi muda di usia produktif. Untuk itu penyerapan tenaga kerja untuk penyandang disabilitas masih harus terus dioptimalkan.

Oleh karenanya, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danareksa mengambil peran dalam membantu kesejahteraan penyandang disabilitas.

Baca juga: UMKM perempuan dan difabel digandeng ikut e-commerce, apa untungnya?
Baca juga: Pemberdayaan difabel di balik koleksi Batik Kultur


Kegiatan yang menggandeng Yayasan Menembus Batas tersebut merupakan salah satu wujud nyata Danareksa dalam membantu penyandang disabilitas meningkatkan kemampuannya agar mampu mandiri secara ekonomi dengan berbisnis sesuai dengan kebutuhan pasar maupun perkembangan zaman yang semakin canggih.

“Sebanyak 93 pegawai Danareksa merupakan perempuan dan kami juga menyadari peran perempuan yang sangat besar terhadap perkembangan perusahaan, tidak terkecuali perempuan penyandang disabilitas,” ucapnya.

Ketua Yayasan Menembus Batas, Nicky Claraentia Pratiwi menyampaikan apresiasinya kepada Danareksa atas kepedulian dan kesempatannya untuk bekerja sama memfasilitasi pelatihan bisnis UMKM bagi disabilitas perempuan.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, difablepreneur dapat semakin berkembang dan semakin banyak penyandang disabilitas yang terinspirasi untuk berkarya. Kami juga berharap stigma dari mayoritas masyarakat bahwa keterbatasan dari segi fisik sebagai bentuk ketidakmampuan dapat dipatahkan,” tuturnya.

Pelatihan yang diadakan di Yogyakarta mulai dari 27-29 September 2022 tersebut memberikan berbagai pelatihan wirausaha, mulai dari business model workshop dan validasi masalah serta konsumen hingga branding, marketing, dan finance. Para peserta juga akan belajar cara membangun kekompakan tim, menciptakan visi usaha, hingga cara membangun kemitraan yang kolaboratif.

Danareksa berharap bahwa ke depannya dapat menyelenggarakan kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar bekerja sama dengan komunitas difablepreneur lainnya.

Baca juga: Kemensos tingkatkan layanan pemberdayaan penyandang disabilitas
Baca juga: Enam desa di Kabupaten Kupang jadi contoh pemberdayaan disabilitas
Baca juga: Jamkrindo berdayakan disabilitas dengan pelatihan "public speaking"