Danareksa optimis pertumbuhan investor domestik bakal topang investasi

·Bacaan 2 menit

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management Marsangap P Tamba meyakini pertumbuhan investor domestik akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang.

"Hal ini seiring dengan strategi kami untuk mengoptimalkan kanal distribusi perbankan maupun fintech untuk menggapai segmen ritel. Keseriusan perseroan memandang segmen ini juga diperlihatkan dengan peluncuran aplikasi mobile InvestASIK pada 2019 dan pengembangannya secara kontinyu," ujar Marsangap melalui keterangan di Jakarta, Senin.

Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) investor reksa dana meningkat lebih dari 300 persen dalam waktu kurang dari tiga tahun dan pada April 2021 sudah tumbuh hampir 39 persen (yoy) menjadi 4,4 juta SID. Hal itu menunjukkan reksa dana dipandang tetap berpotensi untuk menjadi salah satu alternatif investasi.

Baca juga: Industri reksa dana diyakini tetap tumbuh positif pada 2021

"Untuk tahun ini kami mentargetkan pertumbuhan dana kelolaan dari segmen ritel mencapai lebih dari 50 persen posisi tahun sebelumnya. Perseroan menekankan penjualan produk reksa dana open end untuk ke depannya," kata Marsangap.

Menurut dia, dalam kondisi pandemi investor masih mencari reksa dana untuk opsi investasinya.

Era suku bunga rendah akan mendorong investor untuk mencari opsi investasi selain reksa dana pasar uang yang setahun terakhir dana kelolaannya tumbuh pada kisaran 50 persen.

Baca juga: Pakar investasi katakan Kartini masa kini harus pintar kelola keuangan

"Kami melihat dari sisi investor, likuiditas tetap menjadi salah satu yang menarik. Reksa dana pasar uang kami yakni Danareksa Seruni Pasar Uang II mencatat pertumbuhan dana kelolaan year to date di atas Rp1 triliun," ujar Marsangap. Di satu sisi, lanjutnya, terlihat adanya mulai pergerakan reksa dana berbasis saham.

"Reksa dana berbasis saham kami memiliki cakupan luas. Salah satunya adalah Reksa Dana Danareksa Mawar yang berfokus pada alokasi investasi pada emiten saham yang termasuk dalam LQ45. Pemulihan ekonomi akan diiringi dengan pemulihan kinerja emiten berkapitalisasi besar. Likuiditas tinggi atas emiten berkapitalisasi besar menjadi daya tarik utama reksa dana ini," kata Marsangap.

Marsangap per April 2021, reksa dana perseroan tumbuh 25 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut bukan hanya tumbuh dari peningkatan harga aset namun juga dari pertumbuhan unit penyertaan baik dengan total pertumbuhan unit 16 persen (yoy).

Baca juga: MI sebut pentingnya diversifikasi aset di tengah volatilitas pasar