Daniel Ricciardo Akui Sempat Panik Gegara Covid-19

Luke Smith
·Bacaan 1 menit

Tes usap mesti dilakukan para pembalap F1 dan kru beberapa hari sebelum balapan. Ini merupakan protokol wajib yang ditetapkan Federasi Otomotif Internasional (FIA) selama pandemi.

Bagi siapa pun yang tidak bisa menunjukkan hasil positif, dilarang mendekati area paddock. Situasi yang berkembang bisa menggagalkan misi pembalap dan tim mencapai target.

Untuk mereka dengan hasil tes meragukan, harus menjalani tes ulang. Selain Ricciardo, ada Alexander Albon dari Red Bull Racing yang mengalami kejadian serupa.

Ricciardo mengenang momen-momen sulit terkait pandemi dalam wawancara terbatas yang diikuti Motorsport.com.

“Saya bangun suatu pagi dengan (hasil tidak menentu). Saya ketakutan pada jam 6 pagi. Saya mencoba cari tahu dan harus menjalani tes lagi. Ada sedikit rasa panik dan itu tak menyenangkan,” ucapnya.

Baca Juga:

Ricciardo Pamer Kepiawaian sebagai Pemain Basket Ricciardo Diprediksi Bakal Kesulitan Hadapi Alpine

“Pada akhirnya, saya baik-baik saja, tapi jelas itu adalah sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya. Dan kemudian, Anda mulai memainkan permainan di kepala, seperti ‘Saya sedikit kurang sehat, mungkin saya terinfeksi!”

Hingga kini, ada tiga pilot F1 yang terpapar Covid-19 sehingga terpaksa absen. Sergio Perez urung tampil di dua balapan pada Sirkuit Silverstone.

Lewis Hamilton juga tak ambil bagian di GP Sakhir. Posisinya digantikan George Russell. Pembalap muda McLaren, Lando Norris, juga terpapar virus itu saat liburan di Dubai pekan ini.

Situasi tersebut seolah jadi pengingat bahwa para pembalap juga tidak bebas risiko.

“Saat itu, musim panas, mungkin setelah balapan di Italia. Saya kira itu sebelum Rusia, setelah Italia. Setelah musim berjalan, saya menjadi jauh lebih disiplin dengan isolasi atau hanya merawat diri, terutama setelah Checo terkena virus,” katanya.

“Itu seperti, ‘Ok, ini bukan candaan’. Saya menjadi sangat hati-hati, jadi saya terkejut. Pada akhirnya, saya tidak mendapatkan itu. Tapi saya menggaruk-garuk kepala. Itu masih menakutkan.”