Danlanal Palembang Pastikan Prajurit Penabrak Penjual Gorengan hingga Tewas Diproses

Merdeka.com - Merdeka.com - Danlanal Palembang Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko menyebut akan memproses anggotanya, Lettu Laut US (27), yang menabrak ibu dan anak sebagai penjual gorengan dan tukang tambal ban. Kecelakaan itu menyebabkan seorang korban tewas di tempat dan satunya terluka parah.

Dia mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Satlantas Polrestabes Palembang. Selanjutnya, proses hukum akan diteruskan hingga pengadilan.

"Kami terus berkoordinasi dengan polisi, yang pastinya pengemudinya personel kami dan bersangkutan siap bertanggung jawab atas kejadian ini," kata Widyo, Kamis (17/11).

Menurut dia, anggota Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) itu tetap akan mendapatkan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Pihaknya tak akan pandang bulu terhadap prajurit yang terlibat dalam kasus hukum.

Pelaku Dokter TNI AL

Diketahui, pengemudi Pajero Sport yang menabrak adalah Lettu US yang berdinas di Balai Kesehatan Lanal Palembang dan berprofesi sebagai dokter umum.

"Kami hormati proses hukumnya, nanti yang memutuskan pengadilan," ujar dia.

Atas musibah itu, Danlanal menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga atas kecelakaan tersebut. Pihaknya juga fokus mendampingi keluarga korban mulai dari pemakaman, takziah, dan tanggung jawab kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Semuanya menjadi perhatian sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada keluarga," kata dia.

Kronologi Kecelakaan

Diketahui, kecelakaan maut terjadi di Jalan RE Martadinata Lemabang, Palembang, Selasa (15/11) siang. Seorang penjual gorengan tewas dan tukang tambal ban mengalami patah tulang pinggang akibat ditabrak mobil Pajero.

Peristiwa itu bermula saat mobol Mitsubishi Pajero warna hitam dengan nomor polisi BG 1068 IM yang dikemudikan seorang wanita melaju kencang dari Lemabang menuju Pusri. Tiba-tiba mobil itu oleng ke kiri dan menabrak gerobak gorengan dan tambal ban.

Mobil berhenti ketika menabrak pohon dan tiang listrik di sisi kiri jalan. Ban belakang mobil masuk ke parit dan dua ban depan menyeberanginya.

Akibat tabrakan yang kuat, membuat penjual gorengan seorang wanita, ML (50), tewas di tempat. Sedangkan tukang tambal ban, KR (35), dilarikan ke rumah sakit karena patah tulang pinggang dan luka di beberapa bagian tubuhnya.

"Kedua korban adalah ibu dan anak. Luka dirawat di RS Pelabuhan atas permintaan keluarga," kata Sikakum.

Dari keterangan yang didapat dalam pemeriksaan penyidik, pelaku tak bisa mengendalikan mobilnya saat menghindari sepeda motor yang ada di depannya. Pelaku langsung membanting setir ke kiri dan tak sempat menginjak rem.

"Mobil menabrak tambal ban dan gerobak gorengan beserta penjualnya, lalu mobil baru berhenti setelah menabrak tiang listrik dan pohon," tandasnya. [gil]