Danlanud Palembang Persilahkan Wartawan Tempuh Jalur Hukum

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Danlanud Palembang Letkol Adam Suharto meski berkali-kali menyebutkan tetap komitmen menghargai profesi wartawan dan meminta maaf, namun ia tetap menilai pasukannya tidak bersalah terhadap wartawan.

Justru ia berkilah telah berupaya menyelamatkan wartawan dari baku hantam TNI AU dengan warga demo.

Hal tersebut dikatakan Adam Suharto saat solidaritas Forum Komunikasi Jurnalis Sumsel menggelar aksi unjuk rasa terkait tindak kekerasan terhadap insan pers di Tugu Pesawat Lanud Palembang, Kamis (22/11/2012) pukul 11.00.

"Intinya saya masih komit dengan kemarin. Sudah saya jelaskan apa yang terjadi satu demi satu. Rekan-rekan juga tahu yang ada di lokasi kami sehingga kalau sekarang muncul pemberitaan yang seperti ini. Kalau itu membuat kalian puas, silahkan. Tapi ingat itu juga memporak-porandakan kami yang komitmen di antara kita," kata Adam.

"Saya rasa juga moga-moga (kemitraan kita) masih terjaga. Jadi lihat permasalahannya. Tidak hanya sekilas. Harus pandai-pandai melihat permasalahan ini dengan cermat."

"Sekali lagi dengan cermat. Dilihat dari awal hingga akhir. Kalau itu masih belum menerima, masih mau diproses secara hukum semuanya, silahkan. Kami buka seluas-luasnya," pungkas Adam.

Aksi unjuk rasa yang digelar wartawan di Sumsel sebagai bentuk protes atas aksi kekerasan yang dilakukan oknum anggota TNI AU Palembang terhadap dua wartawan yang bertugas dalam aksi bentrok di Kebun Bunga, Palembang.

Sebelumnya, dalam aksi unjuk rasa wartawan, meminta Panglima TNI untuk mencopot Danlanud Palembang karena dinilai tidak mampu melakukan pembinaan terhadap anggotanya dan meminta kepada institusi TNI di semua level untuk memahami UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Tazma, salah seorang wartawan meminta aparat untuk menghentikan tindak kekerasan terhadap wartawan dalam bentuk apa pun.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.