Danone dukung Muktamar Fair PP Muhammadiyah ciptakan PHBS

Danone Indonesia menjadi salah satu pendukung Muktamar Fair yang merupakan rangkaian dari acara Muktamar ke 48 Muhammadiyah di bekas pabrik gula de Tjolomadoe, Karanganyar, Kota Solo, dengan melakukan edukasi nutrisi, kesehatan dan lingkungan hingga penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada pengunjung dan kader Muhammadiyah.

"Kita jadi bisa melihat perkembangan ke depannya, mengenai capaian dalam membawa kesehatan ke masyarakat dan berperilaku dalam menjaga kesehatan bumi," kata Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia dalam siaran pers pada Selasa.

Lebih lanjut Arif memaparkan bahwa Danone Indonesia terus melakukan inisiatif yang baik melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan PP Muhammadiyah.

"Kolaborasi dengan PP Muhammadiyah menjadi salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan dan lingkungan. Kesempatan ini juga menjadi moment yang tepat bagi Danone Indonesia dan PP Muhammadiyah untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan demi kesehatan diri dan lingkungan," kata Arif.

Baca juga: Begini cara kerja pabrik air mineral kemasan isi ulang

Baca juga: Danone Aqua terapkan ekonomi sirkular dari botol bekas jadi baru

Danone Indonesia menjadi salah satu pendukung acara Muktamar Fair dengan melakukan edukasi nutrisi, kesehatan dan lingkungan kepada pengunjung dan kader Muhammadiyah serta menyediakan hingga 50 drop box di titik-titik lokasi pelaksanaan Muktamar Fair.

Langkah tersebut diharapkan dapat meminimalisir sampah dan sekaligus menjadi langkah penerapan ekonomi sirkular, dimana sampah plastik yang terkumpul akan kembali didaur ulang dalam ekosistem pengelolaan sampah Danone Indonesia untuk menjadi bahan baku kemasan botol baru ataupun barang lain yang memiliki nilai ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. H. Mohammad Agus Samsudin MM., Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah mengatakan kolaborasi industri dengan organisasi masyarakat seperti PP Muhammadiyah merupakan langkah positif bagi kebaikan umat.

"Sistem ini kedepannya memiliki potensi untuk dikembangkan, melalui kolaborasi dengan industri seperti dengan Danone Indonesia. Hal itu sejalan dengan sistem social business yang diterapkan, dimana manfaatnya dikembalikan ke masyarakat," kata Agus.

Lebih lanjut Agus memaparkan, PP Muhammadiyah dan Danone Indonesia memiliki visi yang sama dalam mengedukasi dan menyadarkan masyarakat mengenai betapa pentingnya peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan.

"Kesamaan visi inilah yang membuat Muhammadiyah dan Danone Indonesia kedepannya akan terus tercipta kolaborasi-kolaborasi untuk generasi di masa yang akan datang," katanya.

Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, derajat kesehatan masyarakat ditentukan oleh 40 persen faktor lingkungan, 30 persen faktor perilaku, 20 persen faktor pelayanan kesehatan, dan 10 persen faktor genetika (keturunan). Untuk itu, penting bagi kita untuk mulai membangun upaya kolaborasi dan kesadaran dari masing-masing individu, kelompok, hingga dunia bisnis dan industri untuk terus menjaga lingkungan agar dapat memberi dampak yang positif pada kesehatan masyarakat.

Terkait hal ini, dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D., Staff Dosen Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan dan Kedokteran Sosial, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada mengatakan kolaborasi diperlukan guna mencegah agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang berdampak pada bumi dan kesehatan masyarakat di masa mendatang.

"Masyarakat harus dapat saling membantu, karena tidak semua elemen masyarakat memiliki resources yang sama untuk mengatasi dampak tidak hanya perubahan iklim saja, namun juga demi kesehatan masyarakat kedepannya," kata Bagas.

Sebelumnya, Danone Indonesia juga telah berkolaborasi bersama MPKU PP Muhammadiyah dan merancang program bersama dalam peningkatan edukasi kesehatan masyarakat dalam upaya peningkatan kesadaran tentang stunting dan gizi seimbang hingga PHBS.

Selain itu, ada juga peningkatan akses air bersih dan sanitasi di sekolah dan pesantren Muhammadiyah, pengembangan produk dan kredit mikro untuk sektor air dan sanitasi bersama Lembaga Keuangan (LK) Muhammadiyah, peningkatan kapasitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis produk sehat melalui edukasi, inkubasi bisnis dan akses pelayanan bisnis, serta edukasi pengelolaan sampah dan proses pengelolaan dan pengumpulan sampah di lingkungan Muhammadiyah.

Baca juga: Dokter soroti pentingnya riset ilmiah untuk transformasi kesehatan

Baca juga: Perusahaan multinasional dukung target Indonesia emisi nol 2050

Baca juga: Danone dorong "collaborative journalism" sebagai penguat media lokal