Danrem 172/PWY bertanggung jawab bila prajurit terlibat kaburnya RHP

Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring menyatakan bertanggung jawab bila ada prajurit yang terlibat dalam kabur-nya Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RPH) yang menjadi tersangka KPK.

"Saya akan bertanggung jawab bila ada prajurit yang terlibat dalam kabur-nya Bupati Mamteng RPH, " tegas Brigjen TNI Sembiring di Jayapura, Selasa.

Ditegaskan, TNI memiliki semangat yang sama untuk memberantas kasus korupsi, sehingga dengan adanya pemberitaan tersebut, tentunya menjadi perhatian Korem 172/PWY.

TNI dalam penegakan kasus korupsi siap membantu pihak manapun yang berwenang dalam mengusut adanya dugaan kasus korupsi.

Baca juga: KPK minta bantuan Interpol buru Ricky Ham Pagawak

Baca juga: Dubes RI: Belum ada informasi dari Kemlu terkait masuknya RHP ke PNG

Hingga kini belum ditemukan adanya keterlibatan prajurit TNI membantu kabur-nya Ricky Ham Pagawak, dan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih turut mendukung pihak Polda Papua untuk mencari keberadaan RHP.

Apabila ada dugaan keterlibatan anggota TNI dalam membantu kabur-nya Bupati Mamberamo Tengah RHP, maka akan dilakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku di TNI, tegas Danrem 172/PWY Brigjen TNI Sembiring.

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, telah masuk dalam daftar pencaharian orang (DPO) sejak tanggal 15 Juli.

KPK telah menetapkan Ricky Ham Pagawak sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi tahun 2013-2019 di Kabupaten Mamberamo Tengah.

Ricky Ham Pagawak terakhir dilaporkan terlihat di sekitar pasar Skouw, Jayapura, perbatasan RI-PNG, Kamis (14/7) dan diduga melarikan diri ke PNG melalui jalan setapak antara Skouw (RI) -Wutung(PNG).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel