Danyonkes Marinir Bongkar Cara Bohong Pemudik Dapat Surat Bebas Corona

Bayu Adi Wicaksono

VIVA – Terungkap sebuah fakta bahwa ternyata banyak masyarakat berusaha berbohong agar bisa naik pesawat menuju kampung halamannya di tengah pandemi Virus Corona atau COVID-19.

Modusnya, mereka meminta surat keterangan negatif rapid tes COVID-19 ke petugas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Jakarta.

Fakta ini dibongkar Pengendali Lapangan Medis dan Paramedis RS COVID-19 Wisma Atlet, Letkol Laut drg M Arfin.

Hal itu diungkapkan Letkol Arifin dalam perbincangan dengan relawan COVID-19, yang disiarkan dr Tirta di akun Instagramnya, Minggu 24 Mei 2020.

Menurut Letkol Arifin, banyak masyarakat datang minta surat keterangan negatif COVID-19. Namun permintaan itu ditolak karena Letkol Arifin mengendus modus kebohongan agar bisa naik pesawat menuju kampung halaman.

"Banyak yang minta surat keterangan negatif rapid untuk bisa naik pesawat, saya handle, sudah saya suruh pulang, alasannya surat jalannya ada keluarga yang sakit di kampung, macam-macam lah, saya sudah tahulah modus itu, berarti bohong, kecuali ada keluarganya meninggal ada keterangan dari kampungnya," kata Letkol Arifin.

Letkol Arifin mengatakan, kebohongan ini bisa berdampak sangat berbahaya bagi masyarakat, sebab jika seandainya surat keterangan itu dengan mudah didapatkan, bukan tak mungkin korban serangan Virus Corona bakal bertambah.

"Jangan sampai orang yang naik pesawat pulang kampung tak tahunya mereka positif corona. Pulang kampung nanti satu kampung kena COVID-19," kata dia.

Letkol Arifin merupakan prajurit TNI AL andalan dalam perang melawan COVID-19, dia merupakan orang yang telah berperang melawan corona di beberapa lokasi di Indonesia, seperti Natuna dan Sebaru serta Wisma Atlet. Dia kini menjabat Komandan Batalyon Kesehatan Marinir.

Untuk diketahui pula memang pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk menggunakan tranportasi udara untuk bepergian, namun dengan syarat harus memiliki surat keterangan negatif corona.

Baca: Nasib Mujur Embah Sumirah Saat Dicegat Tentara di Tengah Jalan