Dapat Dana Segar Rp 932 Miliar, TaniHub Fokus Investasi Infrastruktur Pertanian

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Startup pertanian TaniHub Group baru saja mendapatkan pendanaan senilai USD 65,5 juta atau sekitar Rp 932 miliar (asumsi kurs Rp 14.241) dalam rangka mendukung ekspansi bisnis.

CEO TaniHub Group Pamitra Wineka mengatakan, perusahaan akan menggunakan sebagian besar dana yang didapat untuk memaksimalkan produksi melalui pembangunan infrastruktur pertanian.

"Misalnya warehouse kita mau tambah di daerah yang belum ada, atau warehouse yang ada yang capacitynya masih kecil, kita tingkatkan," ujar pria yang sering disapa Eka tersebut dalam executive interview, Senin (31/5/2021).

Saat ini, TaniHub memiliki 6 warehouse dan Processing and Packing Center (PPC). PPC berada di sentra pertanian, sedangkan warehouse (gudang) terletak di daerah kota untuk mendistribusikan produk ke pelanggan.

Melalui PPC, hasil panen dapat dipilah dan dibersihkan otomatis dengan mesin sehingga dapat mempermudah pekerjaan petani dan meminimalkan produk rusak.

Kapasitasnya beragam, mulai dari 500 meter persegi hingga 1.000 meter persegi. Rencananya, bangunan tersebut akan ditingkatkan kapasitasnya menjadi 5.000 hingga 8.000 meter persegi.

"Di dalamnya kita masukin mesin untuk sortir, chamber temperature karena ada yang butuh frozen, ada yang dingin saja," katanya.

Selain itu, ruangan kantor Tanihub di daerah juga akan diperbesar agar tidak hanya terpusat di Jakarta.

TaniHub Gandeng LPDB KUMKM Tingkatkan Akses Pasar Petani

Program pertanian kekinian, TaniHub. foto: Bhisma Adinaya/TaniGroup
Program pertanian kekinian, TaniHub. foto: Bhisma Adinaya/TaniGroup

Sebelumnya, TaniHub Group dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) berkolaborasi perlebar akses pasar untuk petani dan tingkatkan mutu hasil panen lokal.

Sebelumnya kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di kantor pusat TaniHub Group, Jakarta, pada Selasa, 29 Desember 2020.

“Nota kesepahaman ini akan dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama yang memungkinkan TaniHub Group menyerap hasil tani dari koperasi-koperasi petani binaan LPDB-KUMKM,” kata President TaniHub Group Pamitra Wineka, Kamis (31/12/2020).

Selain itu, TaniFund, platform peer-to-peer lending milik TaniHub Group, dapat melakukan pendampingan on-farm maupun pendanaan budidaya terhadap para petani yang tergabung dalam koperasi-koperasi tersebut sehingga kualitas produksi mereka dapat meningkat.

Kemudian, LPDB-KUMKM dapat memberikan dukungan kepada TaniHub berupa modal kerja untuk term pembayaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan di pasar, setelah hasil panen petani diserap dan dipasarkan oleh TaniHub.

“Dukungan ini dapat mengurangi risiko mismatch jangka waktu pembayaran atas produk yang diserap pasar. Melalui upaya ini, TaniHub Group berharap dapat memberi dampak terhadap lebih banyak petani, sesuai dengan salah satu pilar bisnis perusahaan, yaitu Social Impact (Dampak Sosial),” jelasnya.

Berdasarkan data LPDB-KUMKM, saat ini terdapat 3.055 koperasi petani dan nelayan yang bermitra dengan lembaga tersebut. Rata-rata koperasi petani binaan LPDB-KUMKM memiliki 960 anggota dengan berbagai macam hasil tani dan produk ikan.

Lembaga tersebut menilai potensinya masih sangat besar karena saat ini terdapat 9.126 koperasi sektor riil yang bergerak di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Ciptakan Ekosistem Pertanian

Ia menegaskan kolaborasi bersama LPDB-KUMKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal kerja sama yang solid dengan pihak pemerintah sebagai salah satu pemangku kepentingan utama perusahaan dalam rangka menciptakan ekosistem pertanian yang lebih baik.

“Kami berharap dapat menciptakan dampak yang lebih besar kepada lebih banyak petani di Indonesia. Tentunya, kami tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kolaborasi dalam hal ini dibutuhkan untuk mencapai mimpi tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya dengan luasnya jaringan koperasi binaan LPDB-KUMKM dan layanan TaniHub Group yang mencakup dari hulu ke hilir, dirinya yakin bahwa langkah ini dapat semakin terakselerasi.

Sejalan dengan Pamitra, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo berharap dengan skema kerja sama ini, para petani yang tergabung dalam wadah koperasi mendapatkan harga beli yang lebih baik dan bersaing. Dengan begitu, kesejahteraan mereka akan terangkat.

Kementerian Koperasi dan UKM yang dipimpin oleh Teten Masduki berharap, perjanjian ini dapat menjadi tonggak pemberdayaan koperasi dan UKM sehingga mendukung upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi nasional.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel