Dapat Data Korban dari Internet, Sindikat Penipu asal Sulsel Tipu Warga Berau

Merdeka.com - Merdeka.com - Polres Berau, Kalimantan Timur, membongkar aksi penipuan via telepon seluler. Mereka menangkap lima orang warga Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diduga sebagai sindikat pelaku penipuan.

Sekurangnya dua warga Berau telah melaporkan penipuan yang dilakukan para tersangka. Mereka ditipu Rp170 juta.

Dalam aksinya, para pelaku mengaku sebagai Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Berau. Mereka melakukan penipuan itu menggunakan data yang didapatkan dari internet.

Kelima pelaku penipuan, masing-masing berinisial AB, Hn, Sn, Sh dan My, ditangkap di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan pada Rabu (7/9). Mereka diringkus setelah tim Reskrim Polres Berau melakukan penyelidikan di Sulawesi Selatan lebih dari sepekan.

Diduga Ada Korban Lain

Kapolres Berau AKBP Sindhu Brahmarya menerangkan, dugaan penipuan kelima pelaku itu terjadi pada 24 Agustus 2022 menggunakan telepon seluler. Dua warga Berau mengaku telah dirugikan sekitar Rp170 juta.

"Barang bukti uang tunai yang berhasil diamankan sekitar Rp 83,4 juta. Sisa uang lainnya sudah digunakan untuk keperluan sehari-hari," kata Sindhu dalam penjelasan di kantornya, Senin (12/9).

Selain uang tunai, polisi juga mengamankan barang bukti antara lain buku tabungan, mesin Electronic Data Capture (EDC), serta daftar rekening bank dan juga telepon seluler yang digunakan untuk menelepon korban.

"Dari telepon seluler yang kita amankan itu mereka menelepon korban mengatasnamakan pejabat-pejabat (lainnya) dan aktivitas ini sudah berlangsung selama 6 tahun. Kemungkinan ada korban lainnya yang tidak terdeteksi," ujar Sindhu.

Polisi Dalami Data yang Diperoleh dari Internet

Para pelaku melakukan aksinya secara berkelompok. Meski para korban yang melapor merupakan warga Berau, kelima pelaku justru belum pernah ke daerah itu.

"Mereka mendapatkan data-data korban dari internet dan ini masih kami dalami. Mereka bekerja secara kelompok, dan menggunakan data palsu terkait penyediaan rekening bank," terang Sindhu.

Polisi masih mengembangkan kasus itu. Para tersangka kini dijebloskan ke penjara Polres Berau. Mereka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. [yan]