Dapat Izin Kabareskrim, Komnas HAM akan Cek Mobil Penembakan FPI

Hardani Triyoga, Foe Peace Simbolon, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Choirul Anam mengatakan pihaknya hari ini bertemu dengan keluarga enam laskar Front Pembela Islam (FPI). Choirul mengatakan pihaknya akan memeriksa barang bukti mobil yang dipakai saat bentrokan dan proses penembakan polisi terhadap laskar FPI 7 Desember lalu.

Anam menyampaikan Komnas HAM juga sudah mengantongi izin dari Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo. Kata dia, pihaknya akan melihat langsung ke Polda Metro Jaya.

"Inisiatif kami sudah melayangkan surat kepada Kabareskrim untuk melihat langsung mobil yang digunakan dan petugas-petugas yang memeriksa mobilnya. Rencananya siang ini di Polda Metro Jaya," ujar Anam, Senin 21 Desember 2020.

Anam menjelaskan, Komnas HAM punya alasan mendatangi Polda Metro Jaya untuk melihat secara langsung mobil-mobil tersebut. Upaya mendatangi Polda Metro Jaya langsung agar lebih efektif. Sebab, kalau mobilnya didatangkan ke Komnas HAM, secara teknis agak susah.

"Tapi, kalau langsung di lokasi (Polda Metro Jaya) akan lebih mudah. Selain itu, mobilnya juga bukan hanya satu. Jadi, kami pilih untuk datang langsung ke Polda karena lebih efektif," jelasnya.

Anam melanjutkan, nanti akan dilakukan pengecekan antara kondisi mobil itu dan kemudian dicocokkan dengan temuan di lapangan. Kata dia, nanti akan dianalisa ada kesesuaian atau tidak dengan bukti fisik mobilnya.

"Kita akan lihat di sana, kita cek dan akan kita cocokan dengan berbagai temuan didapatkan. Nantinya kita akan uji, apakah ada kesesuaian atau tidak antara keterangan dengan bukti fisik mobilnya," kata Anam.

Dia menyampaikan, sejauh ini temuan yang ada sudah lebih detail. "Temuannya lebih detail, lebih dalam ya. Semakin lama lebih detil. Lebih dalam dan lebih jelas posisinya," katanya.

Kemudian, ia menekankan tahapan pemeriksaan barbuk seperti mobil, hingga senjata api. Menurut dia, bagian senjata api juga akan diuji untuk mencari kecocokan dengan temuan yang ada.

"Yang pasti akan ada uji balistik, terus ada pemeriksaan ahli. Jadi, semua yg kami dapatkan, kami harap ada beberapa ahli yang membantu kami untuk menjelaskan duduk persoalan seperti yang secara sientifik itu sesuai apa tidak," tambah Anam.

Menurut Anam, proses penyelidikan ini ditargetkan akan rampung secepatnya agar kasus bisa diungkap ke publik.

"Semakin cepat penyelidikan kami, akan semakin baik bagi semua pihak," ujarnya. (ren)

Baca Juga: Polisi Siapkan Barang Bukti Penembakan 6 Laskar FPI ke Komnas HAM