Dapat Jatah 3.120 Dosis, Pemkab Mojokerto Siap Vaksinasi Perdana Besok

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan melaksanakan vaksinasi sinovac serentak pada hari Kamis besok (28/01/2021). Untuk gelombang pertama ini vaksinasi dikhususkan untuk 3.120 tenaga kesehatan (nakes).

Bupati Mojokerto Pungkasiadi mengatakan, sejak senin Pemkab Mojokerto sudah menerima sebanyak 3.120 vaksin Covid-19. Saat ini Ribuan vaksin asal China tersebut disimpan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

"Vaksin dan data semua sudah siap dan besok akan kita laksanakan serentak di seluruh faskes di Kabupaten Mojokerto," ujarnya

Pemkab Mojokerto sudah menunjuk 27 Puskesmas untuk melaksanakan vaksinasi perdana ini. Masing-masing Puskesmas terdapat 12 orang tenaga vaksinator yang sudah terlatih dan mendapatkan sertifikat.

"Rinciannya, setiap Puskesmas ada tiga tim, dan masing-masing tim berisi empat orang tenaga vaksinator yang sudah diberi pelatihan vaksinator Covid-19," ujarnya.

Petinggi Pemkab Mojokerto ini menambahkan, untuk kelancaran vaksinasi, seluruh puskesmas yang ditunjuk sudah melakukan simulasi sejak bulan November kemarin. Hal ini agar pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar sesuai jadwal.

"Simulasi sudah kita gelar sejak November kemarin. Dan hasilnya, kita sudah siap seratus persen untuk melaksanakan vaksinasi perdana besok," ujarnya.

Prioritas Nakes

Sementara itu terkait rencana vaksin untuk Forkopimda, Bupati mengatakan akan dilaksanakan pada gelombang berikutnya.

"Yang paling penting tenaga kesehatan dulu, karena mereka yang bersentuhan langsung dengan pasien corona yang melakukan isolasi”pungkasnya.

Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto dr Sujatmiko menjelaskan, 3.120 ampul vaksin COVID-19 tersebut akan digunakan khusus nakes yang sudah terdaftar di Kemenkes. Mulai dari dokter, bidan, perawat hingga petugas kebersihan (cleaning service) di rumah sakit dan puskesmas yang selama ini bersinggungan langsung dengan pasien COVID-19."

Besok adalah pelaksanaan perdana vaksinasi dan sasarannya adalah para nakes sesuai data dari Kemenkes," jelasnya.