Dapat Pendampingan, Korban Dugaan Pelecehan di Bekasi Diduga Lebih dari Tiga Pelajar

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi memfokuskan pada penanganan kesehatan mental korban pelecehan yang dilakukan staf perpustakaan SMPN 6 Kota Bekasi yang berinisial D.

Komisioner KPAD Kota Bekasi, Novrian mengatakan pihaknya bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) sudah mengunjungi sekolah tersebut dan bertemu dua orang korban untuk memulihkan psikologis.

"Kita sudah melakukan asesmen (evaluasi) hari ini terkait anak-anak yang menjadi korban, kita terus melakukan pendampingan pokoknya," kata Novrian kepada wartawan, Senin (1/8).

Dia juga meyakini bahwa jumlah korban berjumlah lebih dari tiga orang, dengan tingkat trauma berbeda-beda.

"Ada beberapa dari mereka yang perlu kami dampingi karena mungkin lebih dari tiga (korban) karena juga macam-macam, bervariasi tingkat kualitas (trauma) yang dialami korbannya," jelasnya.

Dari hasil wawancara kepada pihak sekolah dan korban, lanjut Novrian, pihaknya belum menemukan korban yang dilecehkan secara fisik. Namun pihaknya menyerahkan ke Polres Metro Bekasi Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Lebih banyak sih chat (korban pelecehan), dari WhatsApp gitu. Itu (pelecehan fisik) nanti polisi yang menggali," katanya.

Terpisah, Kasie Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan sudah menerima laporan terkait kasus pelecehan tersebut.

"Ya sedang ditindaklanjuti, sedang dalam penyelidikan, mohon doa secepatnya untuk dirilis," kata Erna saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Staf perpustakaan SMP 6 Kota Bekasi berinisial D diduga melecehkan murid melalui pesan singkat WhatsApp. Percakapan tersebut tersebar di sosial media. Pria tersebut mengajak anak muridnya untuk video call melalui aplikasi WhatsApp. Selain itu, pria tersebut juga mengajak siswa SMP untuk mengunjungi apartemen yang dia miliki.

Humas SMPN 6 Kota Bekasi, Alis Maryamah membenarkan bahwa terduga pelaku pelecehan bekerja sebagai staf perpustakaan sejak tahun 2013. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel