Dapat Rezeki Nomplok Ratusan Juta, 'Diapain' Ya?

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    Merdeka.com
    Akhir 2014 Wika mulai garap proyek keluarga pendiri Al-Qaidah

    MERDEKA.COM. PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk tengah bersiap mengerjakan proyek pembangunan hotel berbintang di kawasan Masjidil Haram, Arab Saudi.Wika menjadi sub kontraktor dari kontraktor besar Timur Tengah, Bin Ladin Group yang merupakan keluarga pendiri Al-Qaidah. …

REPUBLIKA.CO.ID, Tiba-tiba saja, Anda dapat rezeki nomplok ratusan juta rupiah. Senang? Pastinya. Panik ingin buru-buru menghabiskan? Eit, jangan dulu.

Ada banyak hal yang lebih penting untuk dipikirkan lebih dahulu bila ingin mengelola dana ratusan juta itu dengan benar.
Menurut perencana keuangan Ahmad Gozali, uang ratusan juta itu punya arti yang berbeda untuk setiap orang sehingga punya alokasi yang berbeda pula pada akhirnya.

Jika mendapatkan ratusan juta, Gozali sendiri memilih untuk mengalokasikan dana itu untuk dana pembelian properti berupa ruko. Sebagai DP jika memang rukonya besar, atau langsung tunai untuk ruko kecil di pinggiran. Mengapa? Ini karena dia merasa masih kekurangan portofolio dalam bentuk ruko.
 
''Dana cadangan sudah ada, investasi growth income seperti reksa dana sudah ada. Bisnis perdagangan emas sudah ada. Yang masih kurang adalah properti yang bisa memberikan growth income berupa kenaikan harga sehingga di masa depan saya bisa mengharapkan capital gain dan juga fixed income sekaligus berupa hasil sewa dari ruko tersebut,'' paparnya dalam satu konsultasi keuangan.

Kendati begitu, bagi dia, investasi itu bersifat personal. Artinya, setiap orang akan memiliki strategi dan alokasi yang berbeda dalam berinvestasi. Sebab, investasi itu seperti kendaraan saja yang akan membawa kita dari tempat kita sekarang, kondisi kita sekarang, kepada tujuan keuangan atau kondisi tertentu di masa depan.

Berbeda titik start, berbeda titik finis, tentunya berbeda juga rute perjalanannya. Berbeda rute perjalanannya berarti berbeda pula kendaraan yang harus dipakai.

Maka, dia pun sangat menyarankan agar tiap orang menentukan terlebih dahulu tujuan keuangan di masa depan. ''Lalu lihat juga bagaimana kondisi Anda sekarang ini. Apakah lebih memerlukan hasil investasi yang rutin setiap bulan, investasi yang naik nilainya, atau kombinasi dari keduanya. Sudahkah memiliki dana cadangan dalam bentuk tabungan, deposito, atau emas?'' paparnya.

Jika tetap kesulitan untuk menentukan arah investasi, Gozali juga lebih menyarankan untuk berkonsultasi langsung dengan perencana keuangan yang akan menilai kondisi sekarang sehingga bisa memberikan saran-saran yang paling tepat.

''Namun, satu hal yang bisa saya sarankan sekarang, jangan simpan uang kaget dalam bentuk tabungan karena biasanya kita akan dengan mudah membelanjakannya atau menginvestasikannya secara emosional. Saran saya, simpan dulu dalam deposito 1-3 bulan sampai Anda memiliki rencana keuangan yang jelas,'' ungkapnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat