Dapat Suntikan Duit Rp 900 Miliar, Jet Commerce Mau Perkuat Ekosistem

Merdeka.com - Merdeka.com - Jet Commerce, sebuah perusahaan e-commerce enabler, mengumumkan telah resmi meraih pendanaan keduanya sebesar Rp900 miliar pada Senin (30/8). Putaran pendanaan Seri B ini dipimpin oleh beberapa perusahaan modal ventura dunia, seperti Jinqiu Capital, Hidden Hill Capital, dan Zhejiang SilkRoad Fund.

Oliver Yang, Founder dan CEO Jet Commerce Group mengatakan, tambahan dana baru ini akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur ekosistem Jet Commerce, merekrut lebih banyak talenta lokal profesional, melakukan riset dan pengembangan teknologi, serta memperkuat kemampuan perusahaan dalam melakukan inkubasi merek.

"Kami percaya pendanaan dan dukungan dari para investor ini dapat semakin meningkatkan kapabilitas Jet Commerce dalam membantu para mitra brand menangkap peluang dari pesatnya pertumbuhan pasar e-commerce di Asia Tenggara," kata Oliver dalam keterangannya, Selasa (30/8).

Perusahaan yang sudah ada di Indonesia sejak 2017 ini juga telah hadir di lima negara Asia lainnya, yakni Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Cina dengan lebih dari 1.000 tenaga kerja yang 90 persennya merupakan tenaga lokal dari setiap negara. Tak lama lagi, Brazil dan Singapura juga akan jadi tujuan ekspansi.

Oliver juga mengatakan bahwa pada 2020 silam, ia membentuk grup perusahaan dan mendirikan kantor pusatnya di Hangzhou, Cina. Hal ini dilakukan untuk memperkuat bisnis regionalnya.

"Cina merupakan pusat e-commerce dunia dengan teknologi dan pola belanja online masyarakatnya yang sudah jauh lebih matang. Dengan berpusat di Cina, kami dapat memperluas jaringan dengan para pemimpin industri dan mendorong inovasi Jet Commerce selanjutnya," ungkap dia.

Selain melakukan ekspansi, Jet Commerce juga berupaya memperkuat layanannya. Salah satunya, pada bulan Juli lalu, Jet Commerce meluncurkan layanan Live Commerce melalui Lumbalumba, unit bisnis terbarunya. Mereka juga meresmikan pusat live streaming yang berisikan 14 studio live streaming berfasilitas lengkap di tengah tren live shopping yang berkembang pesat saat ini.

Bersama UPFOS, Jet Commerce menyediakan layanan baru dengan sistem omnichannel. Sistem ini hadir untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan operasional bisnis e-commerce mitra brand-nya. Selain mampu untuk menyederhanakan kompleksitas yang terjadi dalam operasi e-commerce, kini Jet Commerce mampu menangani lebih dari 100.000 pesanan per harinya.

Wang Haitong, CEO Zhejiang SilkRoad Fund sebagai salah satu investor mengapresiasi perkembangan Jet Commerce selama lima tahun terakhir.

"Kami sangat mengapresiasi kemampuan Jet Commerce dalam melokalisasi strateginya sehingga berhasil memimpin industri jasa operasi e-commerce di Indonesia, dan terus berekspansi secara bertahap ke 7 negara lainnya hanya dalam waktu 5 tahun," kata Haitong.

Reporter: Dinda Khansa Berlian [faz]