Dara Puspita Populerkan Lagu Surabaya, Mengenang Pertempuran November 1945

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peringatan Hari Pahlawan ini identik dengan Surabaya, Jawa Timur. Hal ini bukan tanpa alasan mengingat Surabaya juga tersemat sebagai Kota Pahlawan.

Kota ini pernah menjadi saksi pertempuran antara rakyat Surabaya dan pasukan Inggris pada 10 November 1945.  Saat itu, rakyat Surabaya berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan. Perjuangan rakyat Surabaya tersebut pun masih terkenang hingga kini lewat lirik lagu Surabaya. Lagu tersebut dipopulerkan band perempuan yang juga asal Surabaya yaitu Dara Puspita. Lagu Surabaya dipopulerkan pada 1964.

Lewat lagu Surabaya ini, kita seperti kembali mengingat momen perjuangan rakyat Surabaya pada 10 November 1945.  Seperti dalam lirik lagu Surabaya ini

Surabaya, Surabaya, oh Surabaya. Kota kenangan, kota kenangan takkan terlupa. Di sanalah, di sanalah, di Surabaya pertama, yang pertama kami berjumpa.

Kuteringat masa yang telah lalu. 1.000 insan, 1.000 hati bersatu padu. Surabaya di tahun 1945. Kami berjuang, kami berjuang, bertaruh nyawa. Surabaya, Surabaya oh Surabaya. Kota kenangan, kota kenangan takkan terlupa.

Dara Puspita salah satu band perempuan asal Surabaya yang berbeda dengan lainnya. Mengutip berbagai sumber, grup band perempuan ini memainkan instrument sendiri. Band ini terdiri dari Titiek Adji Rachman yang memegang gitar melodi, Lies Soetisnawati Adji Rachman memegang bas, Susy Nander memegang drum, dan Ani Kusuma memegang gitar pengiring. Grup band perempuan ini populer setelah Titiek Hamzah sebagai pemetik bas menggantikan Lies pada 3 April 1965.

Kemudian Lies meninggalkan Dara Puspita untuk menyelesaikan sekolahnya. Namun, Lies meninggalkan band itu tidak lama, hanya sebulan. Selanjutnya Lies menggantikan Ani, dan Titiek Hamzah tetap dipertahankan. Grup band ini pun beranggotakan formasi baru yaitu Titek AR, Lies, Titiek Hamzah dan Susy.

Aksi panggung pertama kali dari formasi band perempuan itu bersama Yanti Bersaudara dan Ernie Djohan di Bandung. Nama band tersebut pun makin populer. Dara Puspita mengeluarkan album pertama berjudul Jang Pertama. Album ini berisi lagu Pantai Pattaya, Tanah Airku, Mari Mari, Ali Baba, Kenangan yang Indah, Burung Kakaktua, Lagu Gembira dan Surabaya.

Lagu Surabaya ini liriknya diubah oleh A.Rachman yang merupakan ayah Lies dan Titik. Lagu Surabaya merupakan ciptaan kelompok Bintang Sandiwara pada 1928.

Bakal Dibuat Film

Titiek Hamzah (Foto: Zulfa Ayu Sundari)

Perjalanan karier Dara Puspita pun akan diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi Falcon Pictures. Kisah Dara Puspita akan diangkat menjadi film ketika rumah produksi Falcon garap mengenai Koes Plus. Grup band perempuan ini  diangkat ke layar lebar karena salah satu band yang berpengaruh di era 1960-an. Mengutip Kanal Showbiz Liputan6.com,meski bercerita tentang band lawas, sutradara terpilih akan mengarahkan film ini secara kekinian agar bisa diterima generasi muda. Film ini akan tayang pada 2020.

Bukan tanpa alasan, grup band perempuan ini diangkat kisahnya ke layar lebar. Selain populer di era 1960, grup band perempuan ini juga memiliki catatan menarik. Pada era tersebut, grup band ini pergi tur ke luar negeri yaitu ke Eropa pada Juli 1968. Mereka tur dari Iran hingga Belanda.Kemudian baru kembali ke Indonesia pada September 1971.

Akhirnya mereka membuat tur keliling Jawa antara lain ke Surabaya, Banyuwangi, Lumajang, Kediri, Probolinggo, Tulungagung, Madiun, Jember, Malang, Bandung, Tasikmalaya, Tegal, Denpasar, Yogyakarta dan Solo. Pada Maret 1972, grup band ini menutup pertunjukan di Jakarta. Sayang grup band ini pun harus bubar.

Selama perjalanan karier Dara Puspita, ada sejumlah album yang sudah dikeluarkan antara lain Jang Pertama, Dara Puspita, Green Green Grass of Home, A Go Go, Dara Puspita, Dara Puspita Remaco, Pop Melayu Vol I, Pop Nostalgia Emas Vol 1, dan Dara Puspita Disco Recording pada 1974.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini