Darah Buatan Laboratorium Pertama Kalinya Disuntikkan ke Manusia, Begini Hasilnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Para peneliti Inggris untuk pertama kalinya menyuntikkan darah buatan laboratorium ke manusia. Ini uji coba klinis pertama darah buatan manusia di dunia.

Darah yang ditransfusikan ke manusia ini hanya sedikit atau sekitar dua sendok teh penuh. Ini dilakukan untuk melihat bagaimana darah ini bekerja di dalam tubuh manusia.

Tujuan utama pengembangan darah laboratorium ini adalah menyediakan golongan darah yang vital dan sulit didapatkan jika ada sedang memerlukan transfusi.

Jika darah tidak cocok maka tubuh mulai menolaknya dan pengobatan gagal. Tingkat pencocokan jaringan ini tidak sebatas pada golongan darah A, B, AB dan O yang terkenal.

Prof Ashley Toye dari Universitas Bristol, mengatakan beberapa kelompok orang memiliki golongan darah yang "sangat, sangat langka" dan "mungkin hanya 10 orang di negara ini" yang dapat menyumbang.

Saat ini, hanya ada tiga unit golongan darah "Bombay" - pertama kali diidentifikasi di India - yang tersedia di seluruh Inggris.

Dikutip dari BBC, Senin (7/11), proyek penelitian ini dilakukan tim gabungan dari Bristol, Cambridge, London, dan Badan Kesehatan Nasional Inggris Bidang Darah dan Transplantasi (NHSBT). Penelitian ini fokus pada sel darah merah yang bisa membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Prosesnya memakan waktu sekitar tiga minggu dan kumpulan awal sekitar setengah juta sel punca atau sumsum tulang belakang menghasilkan 50 miliar sel darah merah.

Ini disaring untuk mendapatkan sekitar 15 miliar sel darah merah yang berada pada tahap perkembangan yang tepat untuk transplantasi.

"Kami ingin membuat darah sebanyak mungkin di masa depan, jadi visi di kepala saya adalah ruangan yang penuh dengan mesin yang memproduksinya terus menerus dari donor darah normal," jelas Prof Toye.

Dua orang pertama terlibat dalam uji coba, yang bertujuan untuk menguji darah pada setidaknya 10 sukarelawan yang sehat. Mereka akan mendapatkan dua kali transfusi 5-10 ml setidaknya dalam jarak empat bulan - satu darah normal dan satu darah hasil lab.

Darah ditandai dengan zat radioaktif, sering digunakan dalam prosedur medis, sehingga para ilmuwan dapat melihat berapa lama darah itu bertahan di dalam tubuh. Diharapkan darah hasil lab akan lebih manjur.

Sel darah merah biasanya bertahan selama sekitar 120 hari sebelum mereka perlu diganti. Donor darah umumnya mengandung campuran sel darah merah muda dan tua, sedangkan darah hasil laboratorium semuanya baru dibuat sehingga harus berlangsung selama 120 hari penuh. Para peneliti menduga ini dapat memperkecil kebutuhan donor darah di masa depan.

Namun, keuangan dan teknologi menjadi tantangan besar.

Donor darah rata-rata menghabiskan anggaran NHS sekitar 130 poundsterling atau sekitar Rp2,3 juta. Mengembangkan darah akan jauh lebih mahal, meskipun tim tidak mengatakan seberapa mahal.

Tantangan lain adalah sel-sel induk yang dipanen pada akhirnya melenyapkan diri sendiri, yang membatasi jumlah darah yang akan dikembangkan. Ini akan membutuhkan lebih banyak penelitian untuk menghasilkan volume yang akan dibutuhkan secara klinis. [pan]