Dari 9 calon Kapolri, baru 3 yang lapor kekayaan ke KPK

MERDEKA.COM. Pemilihan Kapolri pengganti Jenderal Polisi Timur Pradopo untuk periode mendatang akan segera dilaksanakan. Kesembilan kandidat calon Kapolri saat ini tengah sibuk mengumpulkan persyaratan. Termasuk persyaratan pengumpulan berkas laporan harta kekayaan ke KPK.

Untuk itu, KPK diminta Kompolnas untuk memverifikasi laporan harta kekayaan para kandidat calon Kapolri.

"Jadi memang sejak kemarin hari Senin, KPK mendapat permintaan dari Kompolnas dalam rangka memilih kandidat Pimpinan Polri. Kompolnas minta KPK verifikasi harta kekayaan penyelenggara negara atau pimpinan Polri," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP, saat konpers di KPK, Rabu (24/7).

Johan mengatakan dalam jadwal ada 9 orang yang akan melaporkan harta kekayaannya. Termasuk yang sudah melaporkan yakni Kepala BNN Komjen Anang Iskandar dan Kapolda Bali Irjen Pol Arif Wachyunadi.

Johan mengatakan dari laporan itu nantinya akan diolah dan diverifikasi dengan yang sekarang. Terkait waktunya, Johan mengaku tidak tahu sampai kapan proses verifikasinya itu. Yang jelas, kesembilan calon itu akan melaporkan pada batas waktu minggu ini dan minggu depan.

"Mengenai waktu dibutuhkan untuk olah saya tidak tahu. Tapi ini lapor, diverifikasi dan di laporkan ke Kompolnas," ujarnya.

Diketahui, kesembilan nama itu yang digadang-gadang yakni Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Sutarman, Kepala Lembaga Pendidikan Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Wakil Kepala Badan Reserse Inspektur Jenderal Anas Yusuf, Asisten Operasi Kapolri Irjen Badrodin Haiti, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Eko Bayu Seno, Kapolda Bali Irjen Pol Drs Arif Wachjunadi, Irjen Pol Tubagus Anis Angkawijaya Kadiv TI Polri, mantan Kepala Divisi Humas Markas Besar (Mabes) Polri Irjen Polisi Saud Usman Nasution dan Kepala BNN Komjen Pol Anang Iskandar.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.