Dari Afganistan, Scola Dijagokan sebagai Paus Baru

 

TEMPO.CO, KABUL—Gairah pemilihan paus baru yang sedang berlangsung di Vatikan, juga terasa hingga Afganistan. Pastur Giuseppe Moretti, pemimpin satu-satunya Gereja Katolik di negara yang tengah porak poranda akibat perang saudara itu, menjagokan Uskup Milan, Angelo Scola, untuk duduk di Tahta Suci.

»Sebagai orang Italia, saya tentu mendukung Scola. Namun ada hal lain. Saya menilainya peduli terhadap Islam,” kata Moretti seperti dilansir Reuters, Rabu 13 Maret 2013. Scola, 71, memang dikenal sebagai ketua yayasan Vatikan yang mempromosikan dialog antar umat Kristiani dan Muslim di seluruh dunia.

Moretti menilai pandangan yang lebih ramah terhadap Islam sangat dibutuhkan, terutama bagi dirinya dan para biarawati yang melayani umat Katolik di Afganistan. Pandangan yang lebih toleran dari Kristiani diharapkannya akan membuka pintu persahabatan dari umat Muslim.

»Kami bisa dikatakan bekerja diam-diam,” ujar pria 75 tahun yang ditahbiskan langsung oleh Paus Yohanes Paulus II untuk memimpin gereja di negara berpenduduk 99 persen Muslim itu.

Jemaat gereja Afganistan hanyalah warga asing. Sedikitnya 60 orang pekerja asing baik dari kedutaan atau pekerja kemanusiaan rutin menghadiri misa di gereja yang terletak di halaman kedutaan Italia itu.

Moretti tinggal di Afganistan sejak 1977. Ia mengalami sendiri perang kemerdekaan Afganistan dari Uni Sovyet, perrang saudara hingga kini. Namun ia justru merindukan masa lalu. »Kini bom bunuh diri terjadi di mana-mana. Saya sudah tidak mengenali negeri ini lagi,” tutur Moretti, sedih.

L REUTERS | SITA PLANASARI AQUADINI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.