Dari Churchill sampai Bon Jovi, para gubernur AS salurkan suara-suara ikonik gun jadi inspirasi di tengah pandemi

Oleh Nathan Layne

(Reuters) - Pada akhir Maret ketika Gubernur Indiana Eric Holcomb mengeluarkan perintah diam di rumah dan berusaha mendorong rasa kebersamaan selama masa-masa sulit di masa depan nanti, dia menyampaikan kalimat dari figur yang dia tahu akan beresonansi dengan negara bagian yang terobsesi dengan bola basket: Pelatih Norman Dale.

Di Indiana, pelatih dari film populer produksi 1986 "Hoosiers" itu tidak perlu diperkenalkan lagi. Dimainkan oleh Gene Hackman, Dale memimpin tim sebuah sekolah menengah kota kecil mencapai gelar juara negara bagian pada 1952 dalam sebuah kisah perjuangan bersama.

"Tim saya ada di lapangan. Saya bangga sekali orang-orang maju dan memainkan perannya masing-masing, memberi umpan dan menciptakan rebound dan memblok," kata Holcomb pada konferensi pers 24 Maret. "Kita akan melewati ini. "

Seperti Holcomb, para gubernur di seluruh Amerika Serikat beralih ke tokoh-tokoh sejarah dan ikonik untuk membantu menginspirasi konstituen mereka selama pandemi virus corona, dengan memainkan peran yang menurut para pengkritik Presiden Donald Trump seharusnya menjadi miliknya sebagai pejabat terpilih, tetapi dia tidak cocok mengisikannya.

Para gubernur, tentu saja, mengambil inspirasi dari para raksasa politik seperti Franklin Delano Roosevelt, presiden AS yang membimbing bangsanya melewati Depresi Besar, dan Winston Churchill, pemimpin inspiratif Inggris yang, seperti Roosevelt, memimpin negaranya melewati kehancuran Perang Dunia Kedua.

Tetapi mereka juga memanggil para bintang rock, penyair, dan bahkan Mister Rogers dalam upaya menanamkan tujuan bersama, terutama ketika mereka menutup sekolah dan kegiatan usaha pada Maret dan April tanpa jaminan terinci mengenai kapan akan dibuka kembali.

"Lakukan hal yang benar selanjutnya," kata Gubernur Maine Janet Mills dalam pidatonya pada 10 April, mengutip film favorit cucunya, "Frozen 2", ketika dia meminta orang-orang mengawasi tetangga, berterima kasih kepada petugas kesehatan dan diam di rumah.

Bersama konferensi pers harian, pidato dan pesannya di media sosial yang bertujuan menginformasikan dan meyakinkan publik, para gubernur mengambil posisi kepemimpinan yang harusnya diambil Trump, kata Timothy Naftali, seorang sejarawan presiden pada Universitas New York.

Trump mendegradasi peran itu dengan mencerca lawan-lawan politiknya, mempromosikan penyembuhan yang tidak terbukti dan menunjukkan sedikit empati kepada orang sakit dan orang mati, kata Naftali, seraya menambahkan tidak ada bandingannya dalam sejarah dengan situasi saat ini di era modern.

"Kita tidak ingat apa yang dikatakan para gubernur negara bagian selama Depresi Besar. Orang-orang membicarakan obrolan tentang api unggun," kata dia merujuk kepada pidato radio informal Roosevelt yang disiarkan secara nasional antara 1933 dan 1944. "seluruh beban tampaknya berada di pundak gubernur dan walikota dalam krisis ini. Itulah yang belum pernah terjadi sebelum ini."

PULANG KE RUMAH

Pandemi ini telah menimbulkan ongkos kemanusiaan dan ekonomi yang sangat besar di Amerika Serikat, yang menyebabkan tingkat pengangguran yang terakhir terlihat selama Depresi Besar 1930-an dan merenggut nyawa lebih dari dua dekade pertempuran yang dilakukan tentara AS di Vietnam.

Lebih dari sepertiga dari sekitar 78.000 korban meninggal dunia di Amerika terjadi di New York, sehingga menjadikan Gubernur Andrew Cuomo menjadi sorotan dan mengubah konferensi berita hariannya menjadi tayangan TV yang harus ditonton.

Sementara Cuomo dikritik oleh beberapa kalangan karena tidak bertindak lebih agresif pada hari-hari awal pandemi, dia juga mendapatkan pujian karena berurusan dengan fakta, bukan kabar buruk tak bisa diandalkan dan penggunaan pidatonya yang menggugah agar masyarakat siap berkorban sambil tetap berharap.

Cuomo menaburi berifeing-briefingnya dengan rangkaian kutipan dari para mantan presiden AS, George Washington, John Adams dan Abraham Lincoln, sementara juga menyisipkan Churchill dan bahkan ayahnya sendiri, yang juga mantan gubernur New York.

"Biarkan mereka tahu yang sebenarnya, dan negara ini pun aman," kata Cuomo, Kamis, mengutip Lincoln.

Bulan lalu Gubernur New Jersey Phil Murphy menyebut nama-nama mantan presiden dari Partai Republik Lincoln, Theodore Roosevelt dan Ronald Reagan sebagai cerminan kepemimpinan saat mendesak Ketua Senat Mayoritas Mitch McConnell untuk menarik pendiriannya terhadap penyediaan dana bantuan darurat guna membantu "negara bagian-negara bagian biru (dikuasai Partai Demokrat)" dalam menghadapi pandemi.

"Mereka tidak menjadi kecil, mereka menjadi besar saat itu, dan itulah tantangannya, Senator, untuk Anda dan semua pemimpin di negara ini," kata Murphy, yang juga beralih ke sebuah lagu Bon Jovi untuk merayakan keberhasilan warga New Jersey dalam mengalahkan penyakit itu.

"Mengutip seorang ikon New Jersey, Mr. Jon Bon Jovi, "Who says you can't go home?" (Siapa bilang kamu tak bisa pulang), kata Murphy dalam sebuah briefing.

Demi menghibur anak-anak yang mungkin kesal karena sekolah tutup, Gubernur Washington Jay Inslee mengutip pembawa acara TV anak-anak "Mister Rogers' Neighborhood" yang ikonik: "Setiap orang punya banyak cara untuk merasa, dan semua cara untuk merasa itu semuanya baik. Apa yang kita lakukan dengan perasaan kita itulah yang penting," kata Inslee pada 6 April.

Robert Shrum, seorang ahli strategi veteran Demokrat yang merupakan penulis pidato untuk almarhum Senator Edward Kennedy, mengatakan para pemimpin mengutip tokoh-tokoh sejarah demi menginspirasi masyarakat tetapi juga untuk membantu menyampaikan kebenaran yang sulit diterima dengan cara yang memberdayakan audiens.

"Orang sebenarnya menanggapi pengungkapan kebenaran semacam itu. Saya kira Trump sama sekali tidak memahami hal itu," kata Shrum, direktur Pusat Dornsife USC untuk Masa Depan Politik. "Bahwa di masa-masa gelap pun berilah orang harapan."

Selain kepada para gubernur dari Partaai Demokrat seperti Cuomo, Gretchen Whitmer dari Michigan dan Gavin Newsom dari California, Shrum juga menyanjung Gubernur Ohio Mike DeWine, seorang Republikan, karena mengikuti saran para pejabat kesehatannya dalam menghadapi krisis ini.

DeWine, yang harus menavigasi perintah jaga jarak sosialnya, telah mengutipkan ucapan Lincoln "malaikat yang lebih baik dari alam kita", lalu kalimat Eleanor Roosevelt "tidak ada yang biasa" dan Churchill dalam upaya menginspirasi dan mempersatukan negara bagiannya.

"Ini bukan akhir. Ini bahkan bukan awal dari akhir. Tetapi, mungkin, akhir dari awal," kata DeWine pada 16 April, yang diambil dari pidato Churchill pada 1942 setelah pasukan Jerman dan Italia menelan kekalahan besar di Mesir yang menandai titik balik dalam Perang Dunia Kedua.

(Laporan Nathan Layne di Wilton, Connecticut; Disunting oleh Daniel Wallis)