Dari Depok ke New York, Iklan Merek Fesyen Indonesia Erigo Mejeng di Times Square

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Lini mode asal Indonesia, Erigo, menambah daftar brand lokal yang mencatatkan kiprah di luar negeri. Dalam kasus merek fesyen asal Depok, Jawa Barat ini, iklan mereka muncul di Times Square New York, Amerika Serikat.

Fakta ini pun jadi perbincangan hangat di jagat maya. "Dengan bangga untuk pemuda-pemudi Indonesia, @erigostore bisa membawa nama brand fashion asal Indonesia ke New York, USA," tulis pihaknya dalam sebuah unggahan Instagram, beberapa waktu lalu.

"Dalam rangka grand launching di @Tokopedia dan menyambut kedatangan 4.4 Mega Shopping Day @shopee_id, kami bawa local brand kebanggaan negeri ini hingga ke mancanegara. Yuk guys dukung terus local brand Indonesia!" sambung mereka.

Dalam klip berdurasi dua menit 22 detik, Erigo memperlihatkan iklan produk mereka di kawasan Midtown Manhattan tersebut. Selain promosi, pihaknya juga memboyong pesan #StopAsianHate yang tengah nyaring disuarakan menyusul sederet kasus penyerangan diduga bermotif rasial pada orang Asia di Negeri Paman Sam.

Founder Erigo, Muhammad Sadad, menjelaskan melalui unggahan di Instagram-nya bahwa Erigo merupakan lini mode lokal yang merasa perlu ikut menyebarkan pesan tersebut. "Erigo merupakan satu-satunya brand dari Asia yang sudah menyebarkan pesan #StopAsianHate melalui Billboard Times Square," tulis Sadad.

Melansir laman Antara, Minggu (28/3/2021), Sadad menuturkan bahwa ini bukan pencapaian akhir, melainkan titik awal perjalanan merek fesyen tersebut untuk terus berkembang dan memperluas bisnis. Ia mengatakan, pihaknya masih punya mimpi-mimpi lain untuk membawa Erigo ke negara-negara lain, sekaligus memperkenalkan potensi besar produk Indonesia.

Bukan Perjalanan Instan

Iklan lini mode asal Indonesia, Erigo, mejeng di Times Square New York, Amerika Serikat. (dok. tangkapan layar IGTV @erigostore/https://www.instagram.com/p/CM1ZgBbB5O9/)
Iklan lini mode asal Indonesia, Erigo, mejeng di Times Square New York, Amerika Serikat. (dok. tangkapan layar IGTV @erigostore/https://www.instagram.com/p/CM1ZgBbB5O9/)

Perjalanan Erigo dimulai pada 2011 di sebuah apartemen studio di Depok, Jawa Barat. Saat itu mereka tanpa karyawan atau tim yang menyokong.

Dua tahun kemudian, Erigo lahir sebagai sebuah merek fesyen yang awalnya memanfaatkan material kain batik dan tenun ikat, hingga akhirnya memutuskan beralih ke fesyen kasual.

Memperluas jangkuan pasar, selain lewat kampanye daring yang saat itu belum sekuat sekarang, Sadad memberanikan diri ikut serta dalam acara JackCloth saat Erigo baru berusia dua bulan. Ia rela tidur di musala mal, bahkan mandi di kamar mandi pom bensin untuk menekan biaya selama mengikuti acara tersebut.

Jatuh-bangun membangun bisnis fesyen kasual pun menemukan pijakan baru ketika bergabung dengan e-commerce pada 2017. Giat mengikuti berbagai program, mereka akhirnya bisa sampai pada titik sekarang.

Selain daring, clothing line dengan produk teranyar Coach Jacket Two Tone Series dan New Pullover Series ini juga sudah punya toko fisik di Tangerang, Banten; Banjarmasin, Kalimantan Selatan; Malang, Jawa Timur; Palembang, Sumatra Selatan; dan Yogyakarta.

Pakai Masker Boleh Gaya, Biar COVID-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: