Dari ilustrator buku anak jadi desainer Indonesia pertama di LEGO

Niken Ayumurti Hartomo yang akrab disapa Nikki akan merayakan satu dekade bekerja di perusahaan mainan ternama asal Denmark LEGO.

Perjalanannya sebagai Senior Graphic Designer of The LEGO Group, Denmark dimulai sejak 2013. Nikki yang kini berdomisili di Billund, Denmark, mengungkapkan dia awalnya punya keahlian di bidang ilustrasi buku anak.

Sembilan tahun lalu, muncul kesempatan kerja dari LEGO yang membutuhkan desainer dengan latar belakang sesuai dengan keahlian dirinya. Nikki mengisahkan LEGO kala itu membutuhkan orang yang punya keahlian untuk ilustrasi anak-anak atau balita.

Setelah menjalani tes dan dinyatakan sudah menjadi bagian dari LEGO, Nikki memutuskan untuk pindah ke Denmark. Dia adalah desainer asal Indonesia pertama di LEGO, yang kemudian disusul oleh sang suami yang menjadi orang Indonesia kedua yang bekerja di LEGO.

"Saya sejak dulu suka dengan mainan dan mengoleksi mainan anak," kata Nikki lewat panggilan video di hadapan media di Jakarta, Rabu, tentang kecintaannya terhadap mainan.

Baca juga: Wujudkan imajinasi mobil balap lewat set LEGO terbaru

Tim desainer di perusahaan tersebut terdiri dari nyaris 500 orang dari 55 kebangsaan yang berbeda. Mereka diberi fasilitas kantor yang menarik dan seru untuk menciptakan inspirasi dan memacu kreativitas.

Pekerjaan Nikki adalah membuat desain untuk dekorasi minifigure, elemen, tekstil, juga stiker pada mainan yang sudah beberapa dekade hadir ini. Sejumlah hasil karyanya adalah dekorasi untuk DUPLO IP Disney Frozen, IP Marvel dan DC Superheroes.

Produk terbaru di mana dia ikut andil adalah Lego Ideas Vincent van Gogh - The Starry Night yang menampilkan sang pelukis serta karyanya dalam bentuk LEGO. Butuh waktu sekitar setahun untuk mewujudkan konsep hingga menjadi produk yang siap dibeli di toko.

Dalam membuat produk ini, Nikki bekerjasama dengan model designer dan element designer yang saling berkolaborasi untuk menciptakan hasil optimal. Tugas Nikki adalah merancang mini figure Vincent van Gogh dengan gaya khas LEGO.

"Saya membuat papan mood untuk inspirasi dan membuka kreativitas," ungkap dia.

Nikki mengumpulkan berbagai referensi gambar van Gogh, terutama bagaimana sang pelukis membuat potret dirinya dalam lukisan. Dia pun melakukan riset untuk mencari pakaian seperti apa yang dikenakan orang-orang di era Vincent van Gogh.

Garis-garis kuas khas lukisan potret diri van Gogh turut dimasukkan oleh Nikki ke dalam minifigure, dia juga merancang setelan baju yang paling sesuai untuk Vincent van Gogh berdasarkan hasil risetnya. Dia harus menyeimbangkan antara gaya lukisan van Gogh dengan gaya khas LEGO.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Museum of Modern Art, tempat lukisan The Starry Night dipamerkan, proses dilanjutkan dengan membuat instruksi agar konsumen bisa mendapatkan pengalaman paling optimal hingga akhirnya produk siap dipasarkan.

"Yang menginspirasi dari desain ini adalah anak-anak, lewat desain saya ingin membawa kebahagiaan, senyum dan keceriaan bagi anak saat bermain," kata dia.

Baca juga: LEGO Friends luncurkan karakter baru mewakili keberagaman anak

Baca juga: Menginap di hotel "lego" pertama di Asia, sejengkal dari Indonesia

Baca juga: LEGO rayakan ulang tahun ke-90 dengan koleksi dan aktivitas baru