Dari Inggris, COVID-19 Jenis Baru Menyebar Cepat ke Skotlandia

Adinda Permatasari, Isra Berlian
·Bacaan 2 menit

VIVAInggris diketahui tengah melakukan program vaksinasi COVID-19 sejak pekan lalu. Namun, di tengah program vaksinasi tersebut, versi baru dari COVID-19 ditemukan di Inggris bagian tenggara.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan, setidaknya 60 otoritas lokal yang berbeda di Inggris telah mencatat infeksi virus corona yang disebabkan oleh jenis baru ini.

“Saat ini kami telah mengidentifikasi lebih dari 1.000 kasus dengan jenis baru ini terutama di Inggris Selatan meskipun kasus telah diidentifikasi di hampir 60 wilayah otoritas lokal yang berbeda," kata dia seperti dilansir dari laman Daily Star.

Dia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum tahu penyebab virus corona baru tersebut yang ditemukan di Inggris. Meski begitu, pemerintah telah bergerak cepat untuk mengatasi hal tersebut.

"Kami tidak tahu sejauh mana ini karena jenis baru, tetapi apa pun penyebabnya, kami harus mengambil tindakan cepat dan tegas yang mutlak penting untuk mengendalikan penyakit mematikan ini saat vaksin diluncurkan," kata dia.

Meskipun demikian, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa strain tersebut berdampak pada keparahan penyakit, respons antibodi, atau pengaruhnya pada kemanjuran vaksin.

Tidak hanya di Inggris, baru-baru ini strain baru dari COVID-19 itu diketahui telah menyebar ke Wales dan Skotlandia. Para ilmuwan yang membantu program pengawasan pemerintah telah mengklaim bahwa strain virus COVID-19 yang diketahui bernama VUI- 202012/01 itu menyebar dengan cepat.

'Sekarang telah ditemukan sejauh Wales dan Skotlandia," lapor The Mirror.

“Virus ini menyebar. Itulah yang dilakukannya dan salah satu alasan mengapa kami melakukan lockdown dan mengapa kami menyarankan jarak sosial karena ketika orang-orang bergerak, Anda tahu Anda dapat membawa virus bersama mereka. Sangat jelas bahwa itu telah menyebar lebih dari itu dan itu menyebar ke bagian lain negara," kata Prof Tom Connor, dari Universitas Cardiff.

Para ahli sebelumnya memperingatkan bahwa satu dari sepuluh warga London yang terjangkit COVID-19 ditemukan memiliki jenis baru.

Menteri Kesehatan Matt Hancock mengatakan minggu ini bahwa jenis baru mungkin terkait dengan penyebaran yang lebih cepat di Inggris Selatan. Dalam penjelasannya, dia mengatakan analisis awal dari strain baru menunjukkan virus itu tumbuh lebih cepat dari varian yang ada, tetapi tidak lebih mematikan.

Ilmuwan juga percaya bahwa vaksin akan bekerja melawan strain baru, menurut laporan. Meski begitu, dengan adanya temuan baru tersebut, petugas medis senior telah menyerukan untuk memikirkan kembali rencana relaksasi, dengan editorial bersama yang diterbitkan antara British Medical Journal dan Health Service Journal. Mengingat pekan depan warga di seluruh dunia akan merayakan Natal yang identik dengan libur nasional. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus semakin meluas.