Dari luar angkasa, 3 astronaut China berdialog dengan mahasiswa Brunei

Lebih dari 100 mahasiswa Brunei terinspirasi dan termotivasi pada acara dialog dengan tiga astronaut China, atau taikonaut.

Dalam dialog dengan sejumlah mahasiswa Brunei dan negara-negara Asia Tenggara lainnya tersebut, tiga taikonaut, yakni Chen Dong, Liu Yang, dan Cai Xuzhe, yang sedang melaksanakan misi selama enam bulan di orbit, berbagi pengalaman dengan anak-anak muda dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tentang kehidupan dan karya ilmiah mereka di stasiun luar angkasa Tiangong.

Venue utama untuk acara bertajuk "Mahasiswa ASEAN 'Dialog dengan Taikonaut'" (ASEAN Students 'Talk with Taikonauts') adalah Beijing, sementara para mahasiswa dari negara-negara ASEAN bergabung dalam dialog tersebut di sejumlah sub-venue.

Yu Hong, Duta Besar China untuk Brunei, mengatakan bahwa impian China untuk menjelajahi kosmos tidak pernah menjadi sebuah mimpi yang terisolasi.

"Kami berharap realisasi mimpi ini akan terus mempromosikan pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan peradaban manusia," katanya pada acara yang digelar di Sekolah Penerbangan Institut Pendidikan Teknik Brunei (Institute of Brunei Technical Education/IBTE).

Dalam sesi tanya jawab, Muhammad Abdul Hanan Husain bin Soekarddy, mahasiswa IBTE yang mewakili anak-anak muda ASEAN, mengajukan pertanyaan pertama kepada para taikonaut, tentang berbagai tantangan yang mereka hadapi saat bekerja dan tinggal di luar angkasa.

"Saya sangat senang mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada tiga taikonaut di stasiun luar angkasa Tiangong," tuturnya kepada Xinhua.

"Saat ini saya sedang menempuh studi teknik pemeliharaan pesawat di sekolah. Pengalaman berbicara langsung dengan para astronaut China sangat berharga bagi saya, yang mendorong saya untuk mempertimbangkan lebih lanjut studi saya tentang penerbangan di luar negeri di masa depan," imbuhnya.

Nur Izzah Atikah Hj Ismail, seorang mahasiswa Universitas Brunei Darussalam yang mengambil jurusan teknik mesin, mengatakan kepada Xinhua bahwa dialog tersebut membuatnya lebih tertarik pada luar angkasa, berharap dapat belajar lebih banyak tentang berbagai upaya eksplorasi luar angkasa China.

"Kami menyambut rekan-rekan asing untuk masuk ke stasiun luar angkasa China, dan negara-negara di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam eksperimen ilmu pengetahuan di stasiun luar angkasa," kata Yu Hong kepada Xinhua.

"China bersedia bekerja dengan semua negara yang berkomitmen untuk penggunaan luar angkasa secara damai, termasuk Brunei dan negara-negara ASEAN lainnya, melakukan lebih banyak kerja sama dan pertukaran internasional," imbuh sang duta besar, demikian laporan Xinhua.