Dari Mainan hingga Trik, Ini 3 Cara Melatih Anak Berdiri Sendiri

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Bayi umumnya mulai tertarik terhadap banyak hal di usia 9-12 bulan. Bayi akan penasaran dengan berbagai benda di sekitarnya, termasuk benda-benda yang letaknya jauh darinya. Karena itu, rasa penasarannya akan mendorong para bayi untuk berdiri dan lantas belajar berjalan.

Namun, dilansir dari berbagai sumber, orangtua tetap memiliki andil besar dalam membantu anak berdiri. Bukannya didirikan, orangtua harus berusaha untuk merangsang anak agar mereka dapat berdiri sendiri.

Jadi, orangtua tidak perlu khawatir jika anak sedikit telat saat belajar untuk berdiri. Karena, kamu sebenarnya bisa membantu anak menguatkan otot kaki, pinggul, dan inti mereka dengan berbagai cara seperti berikut.

1. Bikin anak menjelajah sekitar

Ketika anak sudah mulai mencoba berdiri sendiri, mereka akan tergerak untuk berjalan meski selangkah dua langkah saja. Untuk itu, ciptakan lingkungan yang aman untuk anak agar bisa menjelajah di sekitarnya. Untuk menumbuhkan jiwa menjelajah anak, kamu bisa meletakkan mainan di luar jangkauannya.

2. Telanjang Kaki

Anak berdiri | pexels.com/@katie
Anak berdiri | pexels.com/@katie

Jangan kenakan alas kaki pada anak. Bertelanjang kaki sesering mungkin akan membuat anak dapat merasakan tekstur sekitarnya. Misalnya, pada saat berada di rumput, di tanah, ubin, dan lainnya. Sehingga mereka dapat belajar dan berusaha menyesuaikan keseimbangannya.

3. Teman bermain

Bayi akan lebih banyak mengeksplorasi lingkungan ketika dia memiliki teman bermain. Untuk itu, ajak anak untuk bermain dengan teman-teman sebayanya atau teman lain yang sudah bisa berdiri dan berjalan. Buah hatimu akan segera terdorong untuk mengikuti teman bermainnya.

#ChangeMaker

Simak Video Berikut