Dari Pengamat Musik, Donny Verdian Akhirnya jadi Penyanyi

Liputan6.com, Jakarta Memasuki new normal, pengamat musik dan Superblogger Indonesia Donny Verdian merilis single perdana berjudul Suluh. Single ini dirilis dan disebarkan di aplikasi musik digital, Selasa (23/6/2020). 

Bagi Donny Verdian, merilis single Suluh ini memiliki cerita yang lain. Ini merupakan catatan bersejarah dalam hidupnya.

“Untuk pertama kalinya, aku merilis single Suluh ke kanal-kanal musik digital berbayar," ujar Donny Verdian saat berbincang santai, Kamis (25/6/2020).

Hampir satu dekade ini, Donny Verdian meninggalkan Yogyakarta dan memutuskan bekerja dan tinggal bersama istri dan dua anak perempuannya di Sydney, Australia.

Saat lagu Suluh itu dirilis, banyak yang heran, mengapa Donny Verdian tiba-tiba rekaman dan membuat lagu hingga menjadi musisi.

"Kenapa tidak?" jawab Donny Verdian. Rekaman adalah obsesi lama pria asli Klaten, Jawa Tengah, itu.

 

Rekaman

Donny Verdian

Sewaktu masih suka bermain band saat SMA dan kuliah hingga masa awal bekerja di Yogyakarta, rekaman di Jakarta adalah cita-cita Donny Verdian sejak lama. 

Donny Verdian mengaku terinspirasi banyak musisi sukses lewat Majalah HAI pada era 1990-an.

"Waktu itu aku kerap membayangkan, bersama kawan satu band naik kereta diundang major label di Jakarta untuk rekaman, rilis album, menjadi artis, punya banyak fans dan terkenal," ujar Donny Verdian lantas tertawa.

 

Mimpi

Donny Verdian

Kenangan itu tetap menjadi mimpi bagi Donny Verdian yang bisa memainkan beberapa alat musik, terutama gitar, bass dan keyboard ini. 

Belakangan, dengan teknologi, kemajuan dan kemudahan serta mudahnya membangun relasi lewat media sosial, bayangan rekaman dan merilis karya lagu ke publik menjadi sangat mudah dilakukan.

Band pun bahkan tidak perlu ada karena semua bisa dikerjakan secara mandiri. Donny Verdian begitu memahami hal tersebut. Dengan bantuan teknologi bernama musical instrument digital interface alias MIDI, dia kemudian berkarya.

 

Tak Pernah

Sebagai musisi newbie, Donny Verdian tidak pernah memikirkan lagu Suluh akan disukai pecinta musik Indonesia. Baginya, yang terpenting adalah berani untuk berkarya. 

"Baik-buruk tidak melulu jadi takaran dalam berkarya. Keberanian untuk men-ceprot-kan karya yang mutlak harus dimiliki orang yang bergerak dalam dunia kreatif," kata Donny Verdian.

 

Lagu Lainnya

Suluh sebenarnya bukan lagu pertama Donny Verdian. Sebelumnya, ia pernah mengenalkan lagu Raja Singa yang menceritakan tentang Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta beberapa waktu yang lalu. 

Donny Verdian juga pernah merilis lagu Saat Kunanti Pulang yang dipersembahkan untuk almarhumah ibunya. Ada pula dua lagu religi ciptaannya berjudul Bapa Kami dan Salam Maria yang digarap Donny Verdian bersama seniman Yogyakarta Ari Wulu.

Secara isi, lagu Suluh menyuarakan bagaimana sejatinya manusia bersikap dalam masa pandemi ini. Pandemi diibaratkan Donny Verdian sebagai masa yang gelap nan menyesakkan.

“Sesak karena hidup tiba-tiba berubah menjadi morat-marit, ekonomi tiarap, pekerjaan dan uang banyak hilang," pungkasnya.