Dari Perwira hingga Dua Jenderal Dicopot Buntut Kasus Tewasnya Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus kematian Brigadir Nopryansyah Yosua atau dipanggil dengan Brigadir J, menarik perhatian publik lantaran dugaan-dugaan yang muncul selama proses penyelidikan oleh polisi. Kapolri bahkan membentuk tim khusus untuk mengusut kasus tersebut.

Brigadir J merupakan ajudan dari Kepala Divisi Propam Irjen Ferdy Sambo. Sementara ini, kematian J diduga karena ditembak oleh rekan sesama polisi yaitu Bharada E. J, disebut ditembak di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Namun, sejumlah pihak menduga banyak kejanggalan dari penjelasan polisi. Tim Khususnya dan Komnas HAM pun bergerak untuk mencari titik terang.

Sejumlah pejabat polisi dinonaktifkan sementara. Pertimbangan polisi yaitu untuk proses penyelidikan. Mereka yang dinonaktifkan sementara oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yaitu;

1. Irjen Ferdy Sambo

Jenderal pertama yang dinonaktifkan adalah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Ferdy dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kadiv Propam, pada Senin (18/7). Sebagai penggantinya, jabatan tersebut diisi oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono

Menurutnya, penonaktifan Irjen Ferdy Sambo dari jabatannya dapat menjaga objektivitas dalam penanganan perkara adu tembak antar anggota Propam Polri yang terjadi pada Jumat, 8 Juli 2022 lalu.

"Ini tentunya juga untuk menjaga apa yang telah kita lakukan selama ini terkait komitmen untuk menjaga objektivitas, transparansi, dan akuntabel benar-benar bisa kita jaga, agar rangkaian proses yang saat ini dilaksanakan dapat berjalan dengan baik dan membuat terang peristiwa yang terjadi," ujarnya.

2. Brigjen Hendra Kurniawan

Jenderal kedua yang dinonaktifkan adalah Kabiro Pengamanan Internal, Brigjen Hendra Kurniawan menambah daftar polisi yang dinonaktifkan, buntut kematian Brigadir J. Pengumuman Hendra dinonaktifkan disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo.

Dedi belum merinci alasan pencopotan. Namun, desakan pencopotan muncul dari keluarga Brigadir J.

Pengacara Keluarga Almarhum Brigadir J Kamarudin Simanjuntak beralasan keduanya harus dinonaktifkan agar investigasi kasus tewasnya Brigadir J dapat berjalan dengan transparan dan independen.

"Supaya objektif perkara ini disidik dengan baik," kata kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak

3. Kombes Budhi Herdi Susianto

Perwira yang dinonaktifkan adalah Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto. Budhi menjadi anggota polisi ketiga yang dicopot dari jabatannya sementara waktu. Kekosongan jabatan yang dijabat oleh Budhi, akan ditunjuk langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

"Nanti siapa pejabat sementaranya, nanti secara administrastif akan di tunjuk Kapolda Metro Jaya," ujar Dedi.

Pengacara dari pihak Brigadir J, Kamarudin Simanjuntak, meminta agar Brigjen Hendra dan Kombes Budhi dinonaktifkan sementara agar investigasi kasus tewasnya Brigadir J dapat berjalan dengan transparan dan independen.

Kapolri menegaskan, hal ini dilakukan untuk membuat terang kasus penembakan antara Bharada E dan Brigadir J. Dalam kasus ini, Brigadir J meninggal dunia. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel