Dari Pimpinan KPK Digadang Jadi Bos BUMN, Chandra Hamzah Berharta Rp 4 Miliaran!

Christantio Utama

Nama Chandra Hamzah mencuat ke permukaan publik setelah dipanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir ke kantornya, 18 November 2019. 

“Iya beliau (Chandra Hamzah) akan mengisi salah satu posisi BUMN. Kan tadi ada isu stafsus, nggak, beliau akan ditempatkan perusahaan BUMN,” jelas Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Detik.

Dalam beberapa waktu terakhir, banyak nama berhembus bakal mengisisi posisi penting di perusahaan BUMN. Salah satu sosok paling banyak dibicarakan adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang santer masuk jajaran komisaris atau direksi utama PT Pertamina.

Tak hanya Ahok, Chandra Hamzah juga masuk dalam jajaran calon bos BUMN. Meski namanya jarang terdengar, Chandra Hamzah memiliki karier yang gak kalah moncer dari Ahok.

Yuk, lihat profil singkatnya di sini:

Pendidikan Chandra Hamzah

Latar belakang pendidikan

Pria kelahiran Jakarta, 25 Februari 1967 ini menghabiskan masa kuliahnya di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Ilmu Hukum. Dia menyelesaikan jenjang pendidikan perguruan tinggi pada tahun 1995.

Dari sini bisa terlihat, ketertarikannya di bidang hukum emang lumayan tinggi. Sehingga, pantas saja jika dia berhasil menjabat sebagai Wakil Pimpinan KPK. 

Baca juga: Gaji Capai Ratusan Juta per Bulan, Ini Daftar 5 Bos BUMN Berharta Ratusan Miliar Rupiah!

Karier dan pengalaman Chandra Hamzah

Karier dan pengalaman (Instagram/@jenteralawschool)

Karier pria berzodiak Pisces ini terbilang cukup panjang dan dimulai pada tahun 1998 dengan rincian sebagai berikut:

Pengelola Lembaga Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (LPSHK), 1998
Asisten pembela umum di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)
Staf hukum PT Unelec Indonesia (UNINDO)
Pengacara di firma hukum Erman Radjaguguk and Associates
Partner pada firma hukum Hamzah Tota Mulia
Pengacara senior pada firma hukum Lubis Ganie Surowidjojo
Partner pada Assegaf Hamzah & Partners
Anggota Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK), 2000-2001.
Anggota Tim Persiapan Pembentukan Komisi Anti Korupsi
Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan serta Bidang Informasi dan Data, 2007-2011

Salah satu prestasi yang didapatkan Chandra Hamzah ialah mendapat penghargaan Integrity Award dari Bank dunia pada tahun 2010. Capaian tersebut akibat upayanya memberantas korupsi di Indonesia.

Setelah bebas dari penjara karena kasus yang menimpanya bersama Bibit Samad Rianto, dia sempat menempati posisi sebagai Komisaris Utama PT PLN Persero pada tahun 2014. 

Sayangnya, belum setahun menjabat, Menteri BUMN Rini Soemarno menangkat Kuntoro Mangkusubroto sebagai Komisaris Utama PT PLN.

Pada tahun 2018, dia diangkat sebagai Tim Optimasi dan Sinkronisasi (TOS) Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat yakni Ridwan Kamil.

Harta kekayaan mencapai Rp 4 miliaran

Harta kekayaan mencapai Rp 4 miliaran

Dalam laporan LHKPN KPK terbaru tahun 2011 yang lalu, kekayaan pria yang satu ini mencapai Rp 4 miliaran. Kekayaan sebanyak itu terbagi atas berbagai aset dengan rincian sebagai berikut:

Nama aset Nilai
Tanah dan bangunan Rp 1.477.924.280
Alat transportasi dan mesin Rp 541.000.000
Surat berharga Rp 1.070.983.141
Giro dan setara kas Rp 762.528.695 dan US$ 18.728
Piutang Rp 266.000.000
Utang Rp 147.600.648

Bila dijumlahkan, maka seluruh harta kekayaannya mencapai Rp 3.970.835.468 dan US$ 18.728.

Itulah profil singkat Chandra Hamzah yang digadang-gadang bakal menjadi pimpinan di salah satu BUMN. (Editor: Chaerunnisa)