Dari Syarat sampai Manfaat, Ini 4 Fakta Tapera yang Wajib Anda Tahu

1 / 1

Dari Syarat sampai Manfaat, Ini 4 Fakta Tapera yang Wajib Anda Tahu

RumahCom – Tapera (tabungan perumahan rakyat) diharapkan bisa mewujudkan mimpi masyarakat untuk memiliki rumah pertama. Peraturan soal ini telah diteken Presiden Joko lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 pada 20 Mei 2020.

Buat Anda yang ingin mengenal lebih jauh soal program ini, berikut kami hadirkan sederet fakta soal Tapera, sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Tugas BP Tapera

Terbitnya PP Nomor 25 Tahun 2020 menjadi landasan penting bagi Badan Pengelola ( BP) Tapera untuk beroperasi dengan tujuan menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang berkelanjutan guna pembiayaan perumahan layak huni dan terjangkau bagi peserta.

Ada tiga tugas pokok BP Tapera dalam menyelenggarakan sistem tabungan perumahan untuk pendanaan jangka panjang yang berkelanjutan.

Pertama, mengerahkan dana Tapera. Artinya, BP Tapera menghimpun dana dari masyarakat supaya melakukan simpanan di BP Tapera.

Kedua, pemupukan dana Tapera. BP Tapera harus mengembangkan dana tabungan masyarakat yang sudah dihimpun guna diinvestasikan sehingga jumlahnya terus bertambah.

Ketiga, pemanfaatan dana Tapera. Para peserta bisa memanfaatkan tabungannya untuk membeli rumah baru, merenovasi, dan membangun rumah di atas tanah miliknya sendiri.

Kepesertaan Tapera

Kriteria peserta program ini adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) eks peserta Taperum-PNS ataupun ASN baru.

Selanjutnya secara bertahap, iuran akan dikenakan untuk BUMN, BUMD, BUMDes sampai TNI Polri. Terakhir, pemotongan akan ditujukan untuk para pekerja swasta, baik yang bekerja mandiri ataupun yang memiliki pemberi kerja.

Untuk jadi peserta, selain berusia minimal 20 tahun, penghasilannya pun minimal sebesar upah minimum. Sementara pekerja yang upahnya di bawah gaji minimum, mereka bisa mendaftarkan dirinya sendiri ke BP Tapera.

Bukan hanya masyarakat Indonesia saja,  Warga Negara Asing (WNA) juga wajib jadi peserta Tapera. Mekanisme, WNA tersebut membayar kewajiban iuran sama seperti pekerja WNI karena mereka juga mendapatkan penghasilan di Indonesia.

Nantinya, perusahaan tempat WNA itu bekerja diwajibkan untuk mendaftarkan mereka menjadi peserta. Selain itu, BP Tapera juga terbuka bagi pekerja asing yang menjalankan usaha mandiri

Dana yang terhimpun nantinya akan dikembalikan beserta hasil pemupukan selama WNA tersebut menjadi peserta, ketika mereka kembali ke negaranya masing-masing.

Besaran Iuran Tapera

Simpanan yang ditetapkan untuk tabungan BP Tapera adalah sebesar 3 persen dari gaji. Detailnya, 0,5 persen ditanggung pemberi kerja dan 2,5 persennya ditanggung oleh pekerja itu sendiri.

Bagi para pekerja mandiri, semua iuran ditanggung oleh mereka sendiri. Untuk perhitungan menentukan gaji dalam sebulan sama dengan program jaminan sosial lainnya, yakni maksimal sebesar Rp12 juta.

Untuk membayar tabungan, peserta membayarkannya ke Rekening Dana Tapera di bank kustodian, lewat bank penampung, atau pihak yang menyelenggarakan mekanisme pembayaran lainnya yang ditunjuk oleh bank kustodian.

Bank kustodian sendiri merupakan bank umum yang telah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan usaha jasa penitipan efek dan harta lain yang berkaitan dengan efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Bank yang terpilih menjadi bank kustodi Tapera adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pemilihan bank kustodian disesuaikan dengan kriteria. Untuk bank kustodi, kriterianya adalah berpengalaman dan memiliki pegawai yang cukup lama menjalankan operasinya.

Manfaat Tapera

Perserta yang memenuhi kriteria Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yakni berpenghasilan maksimal Rp8 juta dan belum memiliki rumah berhak mengajukan manfaat pembiayaan perumahan dengan bunga murah untuk membeli rumah dengan skema KPR.

Manfaat ini dapat diajukan oleh peserta yang memenuhi kriteria setelah satu tahun masa kepesertaan, lewat berbagai pilihan bank dan lembaga pembiayaan lain yang tersedia.

Tapera juga memberikan fleksibilitas pembiayaan dengan prinsip plafon kredit yang ditetapkan sesuai standar minimum rumah layak huni.

Bagi MBR yang sudah memiliki rumah, mereka bisa memanfaatkan dana Tapera untuk membiayai renovasi rumah. Selain itu, mereka juga berhak mendapatkan manfaat lain berupa pembangunan rumah di lahan milik sendiri.

Sementara bagi peserta non-MBR, mereka bisa mengambil simpanan berikut hasil pemupukannya pada akhir masa kepesertaan.

Seluruh peserta dapat memantau hasil pengelolaan simpanannya setiap saat melalui berbagai kanal informasi yang disediakan oleh BP Tapera dan KSEI.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah