Dari Temuan PPATK, Polri Telusuri Aset dan Harta Kekayaan ACT

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) akan mempelajari hasil laporan dari PPATK mengenai keuangan dan rekening-rekening yang terafiliasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Akan melakukan tracing asset dan harta kekayaan," ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat konferensi pers, Rabu (13/7).

Kasus pengadaan dana ACT kini naik sudah naik tahap penyidikan. "Hasil gelar perkara pada 11 Juli kemarin sepakat berdasarkan hasil penyelidikan telah ditemukan bukti permulaan yang cukup minimal dua bukti sudah terpenuhi," ungkapnya.

Di antaranya kasus mengalihkan kekayaan yayasan secara langsung maupun tidak langsung sebagaimana diatur dalam pasal 70 ayat 1 dan 2 jo pasal 5 uu nomor 16 tahun 2001 sebagaimana diubah menjadi UU no 28 tahun 2004 tentang yayasan. Kedua Penggelapan sebagaimana diatur 372 kuhp.

Ramadhan mengatakan, nantinya akan ada tim khusus yang akan menjalani kasus tersebut secara cepat, serius dan profesional.

"Akan melakukan pemeriksaan lanjutkan terhadap A dan IH. Mengambil keterangan delapan saksi, yang terdiri dari dua pelaksana proyek atau relawan kontruksi dan enam orang dari perangkat yayasan dan staff yayasan," kata Ramadhan.

Sebelumnya, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu khajar telah menyambangi Bareskrim hari ini, Ia tiba pukul 15.25 WIB. Kasubdit IV Dit Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Andri, mengatakan pemeriksaan hari ini sudah tidak lagi soal legalitas. Melainkan penggunaan dana.

"Sudah ke materi inti seperti penggunaan dana dan lain-lain," ungkapnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel