Dari Virtual Class Cek Fakta, 3 Tips Mudah Kenali Hoaks di Medsos

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Di era pandemi virus corona covid-19, semakin banyak informasi hoaks yang beredar di media sosial (medsos), Facebook, Twitter, hingga Instagram. Untuk mencegah kabar hoaks, Liputan6.com pun mengadakan pelatihan Jurnalistik dan Penelusuran Berita Hoaks melalui virtual class, Jumat, 24 Juli 2020.

Untuk mencegah berita hoaks, Liputan6.com menghadirkan tiga narasumber, yakni Wapemred Liputan6.com Elin Yunita, Redaktur Pelaksana Liputan6.com Harun Mahbub, dan Produser Liputan6.com Riki Dhanu.

Pada kesempatan pertama, Elin Yunita memberikan cara mudah mengenali hoaks yang sering beredar di media sosial. Pertama, dalam penjelasan Elin, untuk mencari kabar hoaks atau tidak, bisa dicari tahu sumbernya.

"Dari mana asalnya? Kalau teman-teman mendapatkan informasi, pastikan sumbernya terpercaya. Apakah itu datang dari situs yang bersangkutan."

"Kalau tidak ada sumbernya, biasanya kabar berantai yang viral, Anda bisa mencarinya di mesin pencari. Kalau ragu, bisa cari di google atau lainnya untuk diketahui ada media mainstream yang menginformasikan tersebut," kata Elin mengungkapkan cara mudah mengenali informasi hoaks.

Kedua, dalam presentari yang dilakukan Elin, biasanya informasi hoaks selalu memperlihatkan kejanggalan. Biasanya informasi yang meragukan, isi dan judulnya bertentangan.

"Ada yang janggal? Tip pertama, baca keseluruhan, jangan hanya judulnya. Banyak yang baca judul, tanpa lihat isinya, saya yakin banyak. Minimal baca sekilas agar kita mengerti isi dan judulnya sesuai."

"Bahkan, foto dan video bisa dimanipulasi (menjadi informasi hoaks). Foto berbeda bisa saja dibuat jadi informasi yang berbeda. Anda juga cek ke sumber lain yang terpercaya atau situs resmi lembaga," ucap Elin.

Pernah Menjadi Sasaran Hoaks

Wapemred Liputan6.com Elin Yunita (kanan), Redaktur Pelaksana Liputan6.com Harun Mahbub (dua dari kiri), dan Produser Liputan6.com Riki Dhanu (dua dari kanan) saat  Pelatihan Jurnalistik dan Penelusuran Berita Hoaks pada Jumat, 24 Juli 2020.
Wapemred Liputan6.com Elin Yunita (kanan), Redaktur Pelaksana Liputan6.com Harun Mahbub (dua dari kiri), dan Produser Liputan6.com Riki Dhanu (dua dari kanan) saat Pelatihan Jurnalistik dan Penelusuran Berita Hoaks pada Jumat, 24 Juli 2020.

Elin juga menyebut situs Liputan6.com pernah menjadi sasaran hoaks. Hal ini terjadi ketika Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden yang berlangsung di tahun 2019.

"Soal kejangalan, kita pernah merasakan, ada sebuah kabar yang mengatasnamakan liputan6.com. Hasil penghitungan sementara luar negeri saat pemilu 2019. Itu melalui WhatsApp, artikel itu tayang pada 8 April 2019. Secara logika, ada sebuah informasi, prosesnya masih berlangsung, tapi sudah ada hasilnya. Dari sana saja kita sudah curiga ada yg tidak benar."

"Kita bisa kenalinya dengan mudah, dengan mengklik tautan yang ada di sana. Saat link tersebut, saya masih ingat, sempat masih beredar liar, banyak surel yang masuk ke email, data yang masih berlangusng, jawabannya tidak. Banyak yg percaya, tapi koran di Kalimantan, Rakyat Kalbar, memuat dengan sumber dari kabar yang tidak benar itu," ujarnya.

Tips ketiga untuk mengenali berita hoaks, kata Elin, adalah perasaan Anda setelah membaca informasi tersebut. Emosi pembaca adalah sasaran utama dari pembuat berita hoaks.

"Bagaimana perasaan Anda? Marah, sedih, takut, senang, atau benci? Para pembuat hoaks selalu memanipulasi perasaan Anda. Mereka punya niat jahat dan targetnya adalah perasaan yang mengkonsumsi hoaks itu," katanya.

Lawan Hoaks

Selanjutnya, Harun Mahbub meminta masyarakat yang sering berinteraksi di dunia maya agar tidak mudah termakan hoaks. Dia ingin netizen melawan hoaks.

"Tambahan dari saya, lawan hoaks dengan kita tumpuk konten yang positif. Sekarang cara kita menyeleksinya saja, kita bisa lihat aktualitas, besarannya, kedekatan peristiwa dengan publik. Informasi yang pantas kita sebarkan ke publik, seharusnya yang penting dan menarik," katanya.

Harun yang juga seorang penulis buku juga meminta netizen lebih teliti dalam menulis sebuah informasi. Dia pun membagi tips mudah menulis agar mudah dipahami oleh pembaca.

"Tulis saja, jangan berpikir rumit. Tulis yang mudah, gunakan kalimat aktif, singkat dengan pola SPO (Subjek, Predikat, Objek)," ujarnya.

Sedangkan Riki Dhanu memberikan materi pembuatan video melalui handphone.

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel