Daripada Ngotot Cari Pasangan Bergaji Tinggi, Mending Fokus jadi Perempuan Mandiri

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Beberapa waktu lalu ramai di lini masa media sosial soal pentingnya perkara gaji seorang pria sebelum dijadikan suami. Sejumlah perempuan menyebutkan nominal-nominal gaji sekian juta yang perlu dimiliki seorang pria jika pria itu ingin menikahinya. Well, hal itu bisa dimaklumi sebab untuk menikah memang tak bisa hanya bermodal cinta.

Hanya saja ada satu hal yang tak kalah pentingnya dari sekadar ngotot mencari pasangan bergaji tinggi, yaitu pentingnya menjadi perempuan mandiri. Menjadi perempuan yang kokoh berdiri di atas kaki sendiri sepertinya jauh lebih penting daripada cuma fokus mencari pasangan bergaji tinggi. Kita memang tak bisa memastikan siapa yang kelak akan menjadi jodoh kita atau berapa besarnya gaji yang akan dimiliki jodoh kita. Namun, kita masih bisa mengusahakan diri menjadi perempuan yang mandiri dan tangguh untuk mendapatkan hidup yang lebih bermakna.

“Not many women got to live out the daydream of women—to have a room, even a section of a room, that only gets messed up when she messes it up herself.”― Maxine Hong Kingston, The Woman Warrior

Kita sebagai Perempuan Juga Punya Hidup yang Berharga

Menikah atau tidak menikah, punya rencana memiliki anak atau hidup tanpa anak, berkarier di rumah atau di kantor, masing-masing dari kita punya hidup dan pilihan kita sendiri. Apa pun pilihan yang kita ambil, kita meyakini bahwa hidup kita ini berharga. Hidup kita ini tetaplah layak untuk diperjuangkan. Boleh saja punya kriteria tentang pasangan ideal, tapi jangan sampai lupa bahwa hidup kita juga berharga. Daripada capek-capek mengejar yang belum pasti (seperti suami impian yang bahkan belum tampak wujudnya), mending fokus berproses untuk jadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu.

Menjadi Perempuan yang Kokoh Berdiri di Atas Kaki Sendiri Itu Banyak Keuntungannya

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com

Dalam hidup ini, kadang kita dihadapkan pada situasi sulit yang harus kita hadapi sendiri. Situasi sulit yang membuat kita tak punya pilihan lain selain mengandalkan diri sendiri. Tak bisa bergantung pada orang lain, apalagi pada keberuntungan. Ketika kita sudah lebih mandiri dan berhasil bertahan di situasi sulit, ada kekuatan baru yang terbentuk di dalam diri kita. Kita menjadi lebih tangguh dan kuat untuk menjalani hari-hari ke depannya.

“As an independent woman, you are not defined by your partners or your parents. You are defined by you. - STRONG: Powerful Philosophy for Timeless Thoughts by Kailin Gow.”― Kailin Gow

Kalau nantinya punya pasangan yang punya gaji sesuai dengan harapan kita, setidaknya kita sudah bisa lebih dewasa dalam mengatur keuangan bersamanya dengan mengedepankan berbagai prioritas penting yang dimiliki bersama. Kalau pun nanti ternyata jodohnya bukan "anak sultan" tapi pekerja keras, kita masih bisa mengusahakan banyak hal untuk menjalani kehidupan bersama yang lebih sejahtera. Menjadi perempuan mandiri itu banyak untungnya, bahkan sangat penting agar kita tidak mudah terpuruk ketika dihadapkan pada permasalahan-permasalahan baru yang lebih pelik.

“What do you see when you look in the mirror? I hope it goes beyond beauty. I hope what you see is that person who's worth it and deserves nothing less than the best, I hope that you see beyond the pain, I hope that you see the glory ahead of you, I hope that you see the strong woman who doesn't break to fail, but breaks to stand the tallest and I hope that you'll always remember that you need to love the person in the mirror first to make a change.”― Temi O'Sola, Love Opens Your Eyes

Belahan Jiwa Itu Biasanya Sosok yang Setara dengan Kita

Yang dimaksud setara tidak terbatas hanya pada nominal gaji atau penghasilan saja, ya. Bisa dalam cara berpikir, etos kerja, nilai-nilai kehidupan yang dianut, dan karakter atau kepribadian. Alih-alih terlalu memaksakan diri berpatokan pada nominal gaji calon pasangan, coba untuk mengenali karakternya dulu dengan lebih dalam. Cari tahu apakah ada kecocokan juga dalam berkomunikasi dan berbagi sudut pandang. Kalau ingin memiliki hubungan yang kuat, setidaknya kamu dan pasangan juga perlu menjadi orang yang sama-sama kuat di atas kaki sendiri.

Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, seberapa penting sih gaji atau penghasilan seorang pria yang cocok dijadikan pasangan hidup? Apa pun kriteria atau standar pasangan idaman yang dimiliki, semoga kita semua bisa mendapatkan jodoh yang paling tepat di saat yang paling indah, ya.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel