Darurat Vaksin Covid-19, Pemkab Garut Terpaksa Minta Jatah TNI-Polri untuk Warga

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Garut - Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat mengaku khawatir dengan seretnya persediaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Garut saat ini. "Vaksin kosong," ujar Ketua Satgas Covid-19 sekaligus Bupati Garut, Rudy Gunawan, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, jatah vaksin untuk Garut terbilang minim jika dibanding dengan kebutuhan masyarakat. Akibatnya, banyak warga kecewa akibat tidak mendapatkan jatah vaksin. "Padahal, kami sedang semangat-semangatnya," kata dia.

Saat ini, kuota vaksin datang untuk Garut, ujar Rudy, terbilang tak menentu. Padahal, saat bersamaan Pemda Garut tengah gencar mendukung program vaksinasi nasional yang dikebut pemerintah.

"Ya kita mohon ya, masyarakat Garut kecewa dan kami kecewa karena vaksin yang diberikan pemerintah pusat itu terbatas," Rudy berharap.

Akibat seretnya persediaan serta minimnya pasokan vaksin yang disalurkan, kondisi itu cukup menggangu program vaksinasi yang dilakukan di seluruh puskesmas termasuk tempat lain yang menggelar vaksinasi.

"Misalkan ada satu vaksinasi 100, yang datang 150, yang 50 itu jelas kecewa," kata dia.

Untuk mengantisipasi kekurangan vaksin, lembaganya meminta bantuan TNI-Polri untuk meminta jatah vaksin bagi prajurit, untuk selanjutnya diberikan bagi warga.

"Sekarang kami keroyokan yang dari jalur TNI-Polri digunakan di sini, dari mana saja lah cari pinjam yang penting untuk warga Garut," ujar dia.

Sebelumnya, hingga kini capaian vaksinasi warga Garut terbilang rendah, dari sekitar 1. 977.000 warga Garut target sasaran vaksin, baru sekitar 300 ribu warga yang telah menerima vaksin dosis tahap pertama, dan 100 ribuan untuk dosis kedua.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel