Data 27 Juli 2022: 33.212 Jemaah Haji Sudah Kembali ke Tanah Air

Merdeka.com - Merdeka.com - Fase pemulangan jemaah haji gelombang pertama sudah hampir rampung. Jemaah gelombang pertama adalah mereka yang sebelumnya tiba di Madinah dan pulang melalui Bandara King Abdulaziz Internasional Airport (KAIA) Jeddah.

Pemulangan jemaah gelombang satu ke Tanah Air sudah berlangsung 15 Juli 2022. Data per 27 Juli 2022, sudah 33.212 jemaah haji dari 88 kloter tiba di Indonesia.

"Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji berjalan lancar. Dari 15 Juli sampai hari ini, sudah 33.212 jemaah yang kembali ke Tanah Air. Mereka tergabung dalam 83 kloter jemaah haji yang diberangkatkan pada gelombang pertama," kata Stafsus Menteri Agama, Wibowo Prasetyo setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Kamis (28/7).

Jemaah haji gelombang pertama berjumlah 45.096. Mereka tergabung dalam 114 kloter. "Proses pemulangan jemaah gelombang pertama ini akan berlangsung hingga 30 Juli 2022. Setibanya di Tanah Air. Mereka yang pulang juga sudah terkonfirmasi telah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji," terang Wibowo.

Sementara jemaah yang menuju Madinah sudah berangkat bertahap sejak 21 Juli 2022 sampai 4 Agustus 2022. Jemaah akan berada di Madinah selama lebih kurang sembilan hari.

"Sampai hari ini, sebanyak 21.309 jemaah haji gelombang kedua (54 kloter) telah diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah," tuturnya.

Jemaah haji gelombang kedua, kata Wibowo, akan mulai dipulangkan dari Madinah pada 30 Juli 2022. Proses pemulangan ini akan berlangsung hingga 13 Agustus 2022.

Jemaah Tetap Diminta Jaga Kesehatan

Dalam kesempatan yang sama, Wibowo mengingatkan bahwa cuaca di Madinah lebih panas dibanding di Makkah. Jemaah diimbau untuk menjaga kesehatan, menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan diri, dan jangan menunggu haus untuk minum. Jemaah juga harus memperhatikan sejumlah aturan selama di Madinah, termasuk larangan merokok di sekitar Masjid Nabawi dan hotel.

Menurut dia, sampai 27 Juli 2022, tercatat ada 74 jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci. Sebanyak 27 jemaah wafat sebelum Armuzna, 16 jemaah wafat pada fase puncak haji Armuzna, dan 31 jemaah wafat pascaarmuzna.

"Penting bagi jemaah, untuk terus menjaga kesehatannya, terlebih jelang kepulangan ke Tanah Air," tutup Wibowo. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel