Data COVID-19 Membaik, Ganjil Genap di Bogor Ditiadakan 2 Minggu

Raden Jihad Akbar, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Kota Bogor memutuskan untuk menyetop sementara kebijakan ganjil genap selama dua pekan ke depan untuk relaksasi dalam meningkatkan sektor ekonomi. Kebijakan itu diambil setelah evaluasi adanya penurunan penularan COVID-19.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan hal tersebut usai rapat kordinasi bersama Forkopimda di Gedung Satgas COVID-19 Kota Bogor, Jawa Barat, hari ini.

"Tadi kami Satgas melakukan pembahasan mengevaluasi data seminggu terakhir ya, data-datanya menunjukkan dari semua indikator trennya baik, angka COVID-19 trennya turun terus. Kemudian angka kesembuhan naik, angka kematian juga turun, angka keterisian tempat tidur atau BOR juga turun semakin membaik dari semua indikator semakin membaik," kata Bima, Selasa 2 Maret 2021.

Baca juga: Jokowi Diminta Pecat Sosok di Balik Izin Investasi Miras

Bima menjelaskan, penurunan angka kasus COVID-19 sendiri tidak hanya dari vaksin yang mulai bekerja, tetapi dampak berbagai macam kebijakan dari Satgas dan Forkopimda seperti PPKM Mikro dan ganjil genap.

"Karena itu selalu terukur berdasarkan data-data maka kami dua minggu ke depan meniadakan ganjil genap sambil kita evaluasi. Karena kita ingin rem dan gas ini dilakukan tepat sesuai dengan data-data tadi," jelas Bima.

Dengan adanya penyetopan ganjil genap ini, Bima berharap memberikan relaksasi untuk mendorong sektor ekonomi. Walaupun sebetulnya sektor ekonomi sudah mulai membaik.

“Tadi data disampaikan hunian hotel mulai membaik kunjungan pasar mulai membaik juga. Tetapi tadi karena datanya seperti itu, karena itu dua minggu ke depan ganjil genap tidak dilanjutkan," tutur Bima.

Meski menyetop sementara kebijakan ganjil genap, kata Bima, Satgas bersepakat akan tetap memperkuat PPKM Mikro dengan memperkuat posko kordinasi. Termasuk mengenai aturan operasional dan aktivitas masyarakat.

"Akan ada simulasi khusus dengan 36 lurah baru bersama Satgas. Perdua minggu ini dievaluasi. Secara jam operasional tetap jadi tidak ada yang berubah karena instruksi menterinya jam 9 malam tutup," jelasnya.