Data dan fakta final IBL 2021: Pelita Jaya vs Satria Muda

·Bacaan 3 menit

Pelita Jaya Bakrie Jakarta akan menghadapi Satria Muda Pertamina Jakarta dalam final Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2021.

Final musim ini kembali menggunakan format best-of-three atau pemenang akan dinobatkan untuk tim yang memenangi dua gim.

Seperti rangkaian playoff IBL lainnya musim ini, babak final akan dimainkan di Mahaka Square Arena, Jakarta, yang kebetulan merupakan markas dari Satria Muda.

Gim pertama dijadwalkan berlangsung Kamis (3/6) lantas diikuti gim kedua sehari kemudian. Jika belum ada tim yang memenangi dua laga, maka gim ketiga akan dimainkan pada Minggu (6/6).

Baca juga: Songsong final IBL, Arki tidak mau fokus tersita pikirkan Pelita Jaya

Berikut data dan fakta final IBL 2021 antara Pelita Jaya vs Satria Muda:

- Sejak liga bola basket Indonesia memasuki era profesional pada 2003, Satria Muda sudah mengoleksi sembilan gelar juara, sedangkan Pelita Jaya satu kali juara.

- Kedua tim sama-sama tampil dalam empat dari lima edisi final terakhir liga, termasuk edisi pemungkas era NBL pada 2014/15 minus IBL tahun lalu yang tidak rampung karena pandemi COVID-19, di mana Satria Muda meraih dua trofi juara dan Pelita Jaya sekali.

- Ini akan menjadi pertemuan keempat bagi kedua tim di final liga, sejak era Kobatama, yang semuanya terjadi dalam tujuh musim terakhir.

- Dari tiga final sebelumnya itu, Satria Muda menang dua kali dan Pelita Jaya sekali.

- Kedua tim sama-sama memimpin klasemen akhir divisi masing-masing. Satria Muda dengan catatan 14 kemenangan dan dua kekalahan (14-2) di Divisi Putih dan Pelita Jaya (15-1) di Divisi Merah.

- Satu-satunya kekalahan Pelita Jaya musim ini datang dari pertandingan melawan Satria Muda yang berkedudukan 54-67 dalam Seri II musim reguler di gelembung Robinson Resort, Bogor, pada 23 Maret.

- Hasil fase reguler itu membuat Satria Muda mengungguli Pelita Jaya 3-2 dalam catatan lima pertemuan terakhir, termasuk di dua musim sebelumnya saat IBL masih memperbolehkan penggunaan pemain asing.

- Kedua tim melangkah ke final dengan relatif mudah setelah mengalahkan lawan masing-masing dua gim langsung, yakni Pelita Jaya atas Louvre Dewa United Surabaya dan Satria Muda atas West Bandits Solo.

Baca juga: Satria Muda singkirkan West Bandits menuju final IBL 2021
Baca juga: Pelita Jaya melenggang ke final IBL 2021, lewati Louvre

- Kapten Pelita Jaya, Andakara Prastawa Dhyaksa, merupakan pemimpin daftar top steal IBL 2021 dengan rataan 2,41 steal per gim.

- Pelita Jaya musim ini punya empat pemain yang mencapai rataan dua digit poin per gim (ppg), yakni Agassi Goantara dengan 13,78 ppg, Prastawa 13,24 ppg, Reggie William Mononimbar 11,89 ppg dan Muhammad Hardian Wicaksono 10,89 ppg.

- Di kubu Satria Muda, hanya dua pemain yang mencapai rataan dua digit ppg, yakni kapten Arki Dikania Wisnu dengan 13,33 ppg dan Juan Laurent Kokodiputra 10,22 ppg.

- Pelita Jaya tampil lebih agresif ketika menggalang pertahanan lewat keberanian mereka memotong bola-bola lawan, tercatat dengan raihan 208 steal sepanjang musim, 53 kali lebih banyak dibandingkan Satria Muda.

- Secara total rebound Pelita Jaya unggul dengan 741 buah atau dua buah lebih banyak dibandingkan Satria Muda. Sedangkan jumlah blok Satria Muda mencatatkan 60 kali, atau 10 kali lebih banyak dari Pelita Jaya. Dua statistik itu cukup memperlihatkan kekuatan Satria Muda dalam mengawal paint area-nya sendiri.

- Pelatih kedua tim, Milos Pejic di Satria Muda dan Octaviarro "Ocky" Tamtelahitu di Pelita Jaya, sama-sama masuk dalam kandidat Pelatih Terbaik IBL 2021 tetapi kalah saing dari pelatih KAI Bima Perkasa Jogja David Singleton.

Baca juga: Pelajaran berharga dari Louvre untuk Pelita Jaya
Baca juga: Agassi siap tularkan pengalaman kalahkan Satria Muda ke Pelita Jaya
Baca juga: Capaian empat besar bekal West Bandits hadapi musim depan
Baca juga: Louvre Surabaya dulang pengalaman di antara kesulitan musim IBL 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel