Data DJP: 51 Ribu Wajib Pajak Sudah Ikut Program Pengungkapan Sukarela

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan mencatat bahwa sudah ada 51.495 wajib pajak yang mengikuti Program Pengungkapan Sukarela (PPS) sampai tanggal 26 Mei jam 08.00. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 59.924 surat keterangan yang diajukan.

Berdasarkan laman pajak.go.id, jumlah PPh yang berhasil dilaporkan sebanyak Rp10,36 triliun. Nilai harta bersih tercatat sebesar Rp103,13 triliun.

Sementara itu deklarasi dalam negeri dan repatriasi sebesar Rp89,08 triliun, deklarasi luar negeri sebesar Rp7,56 triliun. Sedangkan dari investasi sebesar Rp 6,48 triliun.

Sebagai informasi, program ini memberikan kesempatan kepada Wajib Pajak (WP) untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran PPh berdasarkan pengungkapan harta. Pemerintah memberikan keleluasaan WP untuk dapat mengakses aplikasi ini 24 jam sehari dan 7 hari dalam satu Minggu.

Cara Mengajukan Pelayanan

Pemerintah mengimbau bagi WP yang belum melaporkan baik itu harta yang diperoleh sebelum 2015 atau yang diterima antara 2016-2020 dalam SPT disarankan untuk mengikuti program ini. PPS hanya akan diselenggarakan dalam enam bulan yaitu 1 Januari hingga 30 Juni 2022.

Kementerian Keuangan melalui DJP selalu siap melayani WP yang ikut serta dengan berbagai kemudahan layanan, khususnya berbasis digital. DJP menyediakan saluran helpdesk online melalui Whatsapp dengan nomor 081156-15008 dan Kring Pajak 1500-008 pada Senin s.d. Jumat pukul 08.00 s.d. 16.00 WIB.

Tidak hanya itu, semua saluran informasi DJP lainnya juga dapat dimanfaatkan melalui live chat www.pajak.go.id, email informasi@pajak.go.id, dan twitter @kring_pajak. Bagi WP yang ingin berkonsultasi secara langsung juga dapat datang ke helpdesk PPS yang tersedia di seluruh unit vertikal DJP. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel