Data Fakta Jumlah Tahanan Palestina di Penjara Israel, Termasuk Anak-Anak & Perempuan

·Bacaan 3 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Pada 17 April setiap tahunnya, Hari Tahanan Palestina diperingati untuk menyoroti nasib buruk mereka yang ditahan di penjara-penjara Israel dan perjuangan mereka untuk merdeka dari pendudukan Israel.

Sepanjang 2021, militer Israel menangkap hampir 8.000 orang Palestina, termasuk lebih dari 1.300 anak di bawah umur dan 184 perempuan.

Otoritas Israel juga menerbitkan lebih dari 1.500 perintah penangkapan - menangkap orang Palestina tanpa dakwaan atau pengadilan, menurut data kelompok HAM tahanan Addameer.

Sampai 10 April 2022, ada 4.450 orang Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel dan wilayah yang diduduki.

Bagi orang Palestina, mereka adalah tahanan politik yang berjuang untuk mengakhiri pendudukan ilegal Israel. Dikutip dari Al Jazeera, Senin (18/4), mereka yang ditahan terdiri dari:

- 530 orang ditahan tanpa dakwaan atau proses hukum
- 160 anak-anak
- 32 perempuan
- 549 ditahan seumur hidup
- 499 dihukum lebih dari 20 tahun penjara

Tahanan anak-anak

Israel adalah satu-satunya negara di dunia yang mengadili anak-anak di pengadilan militer, kerap tidak memenuhi hak-hak dasar mereka.

Tentara Israel telah menahan lebih dari 12.000 anak-anak Palestina sejak 2000, menurut Addameer.

Sebagian besar anak-anak ini didakwa dengan kasus "melempar batu", sebuah pidana yang layak dihukum di bawah undang-undang militer dengan hukuman sampai 20 tahun penjara.

Saat ini, 160 anak-anak Palestina masih berada di penjara-penjara Israel, sebagian besar berada dalam tahanan pra ajudikasi dan belum dihukum karena pelanggaran apapun.

Satu kasus tahanan anak yang paling kejam adalah Ahmad Manasra yang ditangkap dalam usia 13 tahun, diinterogasi dengan brutal kemudian dihukum.

Setelah enam tahun menjalani hukuman, dan enam bulan masa tahanan sebelum dihukum, dia baru saja menginjak usia 21 tahun.

Ahmad sedang bersama sepupunya, Hassan, yang diduga menikam dua pemukim Israel dekat sebuah pemukiman Israel di Yerusalem Timur yang diduduki pada 2015. Hassan, yang berusia 15 tahun saat itu, ditembak dan dibunuh seorang warga sipil Israel, sementara Ahmad dipukuli dengan kejam oleh massa dan ditabrak.

Dia mengalami patah tengkorak dan pendarahan internal.

Saat itu, hukum Israel menyatakan anak-anak di bawah usia 14 tahun tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.

Untuk menghindari ini, otoritas Israel menunggu sampai Ahmad Manasra berusia 14 tahun untuk menghukumnya. Undang-undang tersebut diubah pada Agustus 2016 untuk memungkinkan penuntutan anak-anak yang lebih muda.

Ahmad didakwa dengan percobaan pembunuhan dan dihukum 12 tahun penjara. Kemudian hukuman itu dikurangi menjadi sembilan tahun.

Ahmad sejak lama menderita masalah kesehatan mental. Pada akhir 2021, seorang psikiater dari Doctors Without Borders diizinkan mengunjunginya dan dia didiagnosis dengan schizoprhenia. Itu pertama kalinya dokter dari luar diizinkan memeriksanya.

Terlepas dari masalah kesehatan dan diagnosis Ahmad, dia ditahan di sel khusus selama lima bulan terakhir.

Pasukan Israel menembak dan membunuh sedikitnya delapan anak-anak Palestina sejak awal 2022.

Tanpa dakwaan dan proses persidangan

Saat ini ada 530 orang Palestina dalam "penjara administratif" - ditahan tanpa dakwaan atau proses persidangan.

Para tahanan ini, termasuk perempuan dan anak-anak, bisa ditahan oleh militer untuk periode enam bulan yang dapat diperpanjang berdasarkan "bukti rahasia" yang tidak boleh dilihat oleh tahanan maupun pengacara mereka.

Berdasarkan hukum internasional, negara penjajah dilarang memindahkan dan menahan tahanan di luar wilayah pendudukan, tetapi Israel melakukan ini dengan sejumlah penjara di dalam perbatasannya.

Selama bertahun-tahun, banyak tahanan melakukan mogok makan sebagai protes tanpa kekerasan terhadap penahanan mereka. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel