Data Hasil Rekonsiliasi, Kasus Aktif COVID-19 di Depok Capai 3.410 Kasus Per 26 Agustus 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok telah melakukan rekonsiliasi atau mencocokan data dengan Kementerian Kesehatan. Sebelumnya, terjadi perbedaan data COVID-19 antara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok dengan Pemerintah Pusat.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, sebagai tindak lanjut dari Surat Wali Kota Depok Nomor 005/416-Satgas pada 10 Agustus 2021 tentang undangan rekonsiliasi Data COVID-19.

“Sebagai kesepakatan akhir rekonsiliasi telah dilaksanakan rapat pada 22 Agustus dengan sejumlah pihak, telah disepakati data bersama,” ujar Idris, Kamis (26/8/2021).

Data hasil rekonsiliasi antara NAR Kemenkes dengan Pusat Informasi COVID-19 Kota Depok per 26 Agustus 2021, kata Idris adalah konfirmasi kasus COVID-19 sebanyak 103.230. Total kasus sembuh sebanyak 97.809 kasus, dan total kasus meninggal dunia sebanyak 2.011 kasus.

“Dengan demikian kasus konfirmasi aktif di Kota Depok per 26 Agustus sebanyak 3.410 kasus atau 3,3 persen,” terang Idris.

Idris mengapresiasi Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, telah menyelesaikan rekonsiliasi data COVID-19 dengan Pemerintah Kota Depok. Rekonsiliasi tersebut sebagai respon dari permohonan rekonsiliasi data yang disampaikan Kota Depok.

“Kami menyadari bahwa data adalah vital sebagai basis dalam perumusan kebijakan,” ungkap Idris.

Idris menjelaskan, segala kekurangan dalam sistem dan mekanisme pelaporan, baik di daerah maupun pusat yang berlaku saat ini, dapat diperbaiki bersama. Hal itu dimaksudkan guna seluruh data kasus COVID-19 dari beragam sumber baik auto verif maupun non auto verif sudah diklarifikasi.

“Sehingga dapat data yang ada dapat diinput seluruhnya di aplikasi NAR,” ucap Idris.

Rapat Rekonsiliasi

Sebelumnya, Mohammad Idris mengatakan, untuk menyelesaikan gap data kasus COVID-19 antara PICODEP Kota Depok dengan NAR Kemenkes, telah dilakukan rapat rekonsiliasi. Rapat tersebut dilakukan pada 12 Agustus 2021 yang dihadiri Pusdatin Kemenkes dan Kemenkes, Kadiskominfo Provinsi Jabar, Dinkes Provinsi Jabar dan Pengelola PIKOBAR.

"Sedangkan Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok diwakili Asisten Pemkesos Setda Kota Depok, Kadinkes Kota Depok, Kepala Divisi Kebijakan Satgas dan Pengelola PICODEP," ujar Idris di Depok, Sabtu (14/8/2021).

Idris mengatakan, telah dilakukan integrasi data secara cepat dan tuntas, melalui bridging data atau replace data.

“Dari data PICODEP Kota Depok dan PIKOBAR Provinsi Jawa Barat ke data NAR Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” terang Idris.

Nantinya akan dilakukan kelengkapan dan kesamaan data mulai dari nama, NIK, alamat dan asal faskes. Tindak Lanjut bridging data dilakukan oleh Tim secara bersama, dengan basis data rekonsiliasi per 16 Agustus 2021.

"Mulai 17 Agustus 2021 data PICODEP dengan NAR secara keseluruhan sudah padu dan sama," ungkap Idris.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel