Data OJK: Penyaluran Pembiayaan Fintech Tembus Rp20,67 Triliun di Juni 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) II Otoritas Jasa Keuangan, Moch Ichsanudin mencatat, nilai pembiayaan oleh 102 penyelenggara teknologi finansial pendanaan bersama atau peer-to-peer lending (pinjaman online) mencapai Rp20,67 triliun pada Juni 2022. Angka ini meningkat 39,73 persen dibandingkan Juni tahun lalu.

Sementara itu, tingkat keberhasilan bayar (TKB) peminjam fintech p2p lending mencapai 97,47 persen. Sehingga, persentase nilai outstanding atau yang mengalami kemacetan saat mengembalikan dana hanya 2,53 persen.

"Dari data yang dilaporkan para platform tingkat keberhasilan pembayaran ternyata cukup tinggi. Ini mungkin juga karena mereka rajin menghapus buku dan hapus tagih, sehingga membuat kualitas pinjaman menjadi bagus," ujar Ichsanudin dalam Media Briefing di Jakarta, Kamis (4/8).

Adapun, akumulasi nilai pembiayaan pinjaman online mencapai Rp400,42 triliun per Juni 2022. Sedangkan, nilai outstanding mencapai Rp44,34 triliun.

Jumlah Pengguna Fintech

Ichsanudin menambahkan, jumlah pengguna fintech mencapai 86,09 juta rekening. Angka ini diperoleh dari 85,19 juta rekening peminjam dan 902,71 ribu rekening pemberi pinjaman.

"Rekening peminjam yang aktif tercatat sebanyak 15,23 juta dan rekening pemberi pinjaman yang aktif sebanyak mencapai 146,78 ribu," imbuhnya.

Adapun total aset penyelenggara fintech mencapai Rp4,75 triliun di Juni 2022. Jumlah ini bersumber dari aset penyelenggara konvensional sebesar Rp4,65 triliun dan aset penyelenggara syariah Rp107,12 miliar. [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel