Data Pasien COVID-19 Diduga Bocor, Kemenkes Koordinasi dengan BSSN

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Dugaan kebocoran data pasien COVID-19, Kementerian Kesehatan melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Upaya ini demi menelusuri kebenaran informasi mengenai adanya 6 juta data pasien COVID-19 yang diduga bocor.

Hal itu ditegaskan Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Dedy Permadi. Langkah berkoordinasi dengan BSSN merupakan langkah internal yang dilakukan.

"Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga tengah melakukan langkah-langkah internal merespon dugaan kebocoran yang terjadi, termasuk salah satunya melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," ujar Dedy melalui pernyataan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Kamis, 6 Januari 2022 malam.

Merespons pemberitaan yang beredar terkait dugaan data pasien bocor yang dikelola oleh Kemenkes, Menkominfo Johnny G. Plate telah memerintahkan jajaran terkait untuk berkomunikasi secara intensif dengan Kemenkes.

"Kemudian memulai proses penelusuran lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," lanjut Dedy.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Data Pasien Bocor dan Diperjualbelikan

Ilustrasi data, penyimpanan data. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay
Ilustrasi data, penyimpanan data. Kredit: Gerd Altmann via Pixabay

Kementerian Kominfo juga meminta seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), baik publik maupun privat yang mengelola data pribadi untuk secara serius memerhatikan kelayakan dan keandalan pemrosesan data pribadi.

"Terutama yang dilakukan oleh PSE terkait, baik dari aspek teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia," Dedy Permadi menambahkan.

Informasi dugaan kebocoran data pasien COVID-19 sebagaimana unggahan di Raid Forum oleh pengguna dengan username Astarte.

Pengguna ini menginformasikan, dokumen milik Kemenkes yang dijualnya berisi data dengan besaran kapasitas file 720 GB dan isinya terdiri dari 6 juta baris atau 6 juta data pasien. Data dan dokumen pun diperjualbelikan.

Dokumen tersebut berisi data radiologi (pemeriksaan radiologi pasien dari rumah sakit di seluruh Indonesia). (Selengkapnya: Kemenkes Telusuri Dugaan Kebocoran 6 Juta Data Pasien COVID-19)

Infografis Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor

Infografis Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor
Infografis Data Pengguna Facebook Indonesia Bocor
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel