Data Penduduk Indonesia dari KEMENDAGRI-BPS Berbeda

Jakarta (ANTARA) - Data penduduk Indonesia berdasarkan pendataan yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri dan oleh Badan Pusat Statistik per 31 Desember 2010 hasilnya berbeda.

"Data penduduk Indonesia berdasarkan data Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) ada 259.940.857 jiwa, sedangkan data penduduk Indonesia berdasarkan data BPS ada 237.440.363 jiwa," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Senin.

Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, perbedaan data jumlah penduduk tersebut tersebar di 33 provinsi di Indonesia, seperti di Aceh berdasarkan data Kemendagri ada sebanyak 4,9 juta jiwa penduduk sedangkan berdasarkan data BPS sebanyak 4,4 juta jiwa penduduk.

Kemudian di Sumatera Barat, menurut dia, berdasarkan data Kemendagri ada 5,1 juta jiwa penduduk, sedangkan berdasarkan data BPS ada sebanyak 4,8 juta jiwa penduduk Indonesia.

Menurut Gamawan, data penduduk Indonesia yang didata oleh Kementerian Dalam Negeri masih data sementara yang perlu pemutakhiran hingga proses pelayanan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) selesai pada akhir 2012.

Dari 259.940.857 jiwa data pendudik Indonesia per 31 Desember 2010, menurut dia, Kemendagri telah menemukan adanya 7.078.538 jiwa data penduduk yang ganda dan data ganda tersebut telah dikembalikan kepada kabupaten dan kota yang bersangkutan untuk dilakukan pengecekan ulang keberadaan domisili penduduk tersebut.

"Jumlah data penduduk ganda itu, di luar sekitar sembilan juga data NIK (nomor induk kependudukan) ganda," katanya.


Gamawan menegaskan, Kemendagri masih akan melakukan pemutakhiran data penduduk bersamaan dengan pelaksaan program pelayanan e-KTP yang ditargetkan selesai pada akhir 2012.

Setelah program pelayanan e-KTP selesai, menurtu dia, maka akurasi data akan lebih terjamin, meskipun saat ini Kemendagri juga memiliki nama dan domisili penduduk.

Pada kesempatan tersebut, Gamawan juga menyatakan, Kemendagri telah memperbaiki 7,2 data NIK ganda sehingga diharapkan bisa mempermudah proses pelayanan e-KTP.

"Pada proses pelayanan e-KTP data yang diproses adalah data yang benar-benar sudah bersih, tidak ada data ganda lagi," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.