Data Penerima Bansos Dibuka Transparan, Risma: Tetangga Bisa Koreksi

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Data penerima program bantuan sosial (bansos) akan dibuka seluas-luasnya oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini. Dengan demikian, dia menekankan, program bansos ke depannya akan semakin transparan.

Menteri yang akrab disapa Risma ini menekankan, dengan terbukanya data ini, maka siapapun akan bisa melihat data orang-orang yang menerima bantuan sosial. Dengan demikian, koreksi data dipastikannya bisa dilakukan siapa pun.

"Ke depan gimana data ini bisa kita beri secara transparan, siapa pun bisa lihat siapa yang terima bantuan sehingga, koreksi itu bisa dilakukan masyarakat," papar dia di acara KPK, Selasa, 13 April 2021.

Setelah data ini terbuka, Risma melanjutkan, maka nanti setiap masyarakat akan bisa mengkoreksi data penerima bansos jika ditemukan bahwa tetangganya atau pihak yang dikenal sebetulnya tidak layak menerima bansos.

Baca juga: Dorong Kredit UMKM, Airlangga Tegaskan Bank Jangan Ada di Zona Nyaman

"Jadi kalau misal tetangga saya tidak layak mestinya, dia terima bantuan, tapi kenapa di situ ada, nah yang mengoreksi adalah masyarakat. Masyarakat bisa koreksi terhadap data yang ada di Kementerian Sosial," ungkap Risma.

Selain itu, keterbukaan data penerima bansos ini dipastikannya juga akan bisa dimanfaatkan pemerintahan daerah (Pemda). Sebab, Pemda menurutnya yang lebih memiliki fakta di lapangan mengenai layak tidaknya seorang warga menerima bansos.

"Pemda juga bisa update karena tidak bisa data itu selamanya tetap, karena ada yang pindah rumah, meninggal dan sebagainya yang harus terus dilakukan updating data tiap bulannya," ucapnya.

Risma memastikan, program keterbukaan data bansos ini akan bisa diluncurkan dalam waktu dekat. Dia mengklaim data bansos akan bisa terbuka dan dilihat siapapun mulai pertengahan bulan ini.

"Itu yang kita upayakan. Mudah-mudahan pertengahan bulan ini kami bisa buka data itu sehingga data itu bisa transparan dan bisa dilihat siapapun warga Indonesia," tutur politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Saat ini, dia menilai penyaluran program bansos telah semakin tajam. Apalagi dengan adanya dukungan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan pemda, program bansos bisa didasari dengan data Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Alhamdulillah hingga saat ini kami kerja sama dengan pemda dan Kemendagri itu sudah bisa menajamkan seluruh bantuan yang kita berikan pada Maret dan April itu sudah tajam dengan NIK," tegas Risma.