Data Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Mampu Selamatkan Rupiah

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan masih berfluktuasi pada perdagangan hari ini, Rabu, 5 Mei 2021. Namun, kini rupiah masih bertahan di level Rp14.440 per dolar AS.

Di pasar spot, saat pembukaan perdagangan pagi ini, rupiah telah ditransaksikan di level Rp14.440 per dolar AS. Bergerak melemah tipis 0,07 dari penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp14.430.

Adapun data terakhir kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar (Jisdor) Bank Indonesia pada pukul 15.15 WIB kemarin telah menetapkan nilai tengah rupiah di level Rp14.431 dari sebelumnya Rp14.467.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri menjelaskan, pergerakan ini lebih disebabkan sentimen pelaku pasar terhadap kondisi eksternal. Terutama perkiraan terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve yang akan lebih cepat.

"Dari eksternal terdapat kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed lebih cepat," kata dia kepada VIVA, hari ini.

Sementara itu, sentimen positif dikatakannya justru akan datang dari pasar domestik. Terutama dipicu oleh data-data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 yang akan lebih baik dari kuartal IV-2020.

"Sentimen pertumbuhan ekonomi 1Q21 yang diperkirakan lebih baik dari 4Q20 dapat menjadi katalis positif bagi rupiah hari ini," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, tepat pukul 11.00 WIB nanti, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021. Diperkirakannya ini akan memperbaiki arus modal asing ke RI.

"Dari domestik perkembangan data-data ekonomi terakhir masih membaik dan capital inflow masih berlanjut," tutur Reny.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, Reny memperkirakan, pergerakan rupiah sepanjang hari ini akan berada di rentang yang cukup lebar. Rupiah menurutnya akan bergerak di rentang Rp14.415-14.470 per dolar AS.