Data Pribadi Bocor, Cak Imin: Saya Kira Tidak Bisa Mengandalkan Pemerintah

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menjadi korban peretasan (hack). Data pribadinya tersebar hingga memaksa dia harus berganti nomor karena mendapat boom pesan WA.

Cak Imin, menilai kebocoran data tersebut sebagai kondisi lemahnya sistem keamanan pemerintah. Sehingga dirasa sebagai kondisi darurat teknologi yang harus segera diambil tindakan oleh pemerintah.

"Betul (kelemahan), ini darurat teknologi informasi yang harus ditangani secara cepat. Saya kira tidak bisa mengandalkan pemerintah, kita harus bahu membahu semua masyarakat harus melawan kebocoran data ini," kata Cak Imin di Dome Kanjuruhan Kabupaten Malang, Rabu (14/9).

Dia mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan sebelum lebih banyak korban lagi. Dia juga meminta pemerintah melibatkan ahli dan hacker baik untuk mempertahankan data-data penting dan pribadi.

"Kita harus minta tolong ahli-ahli IT para pelaku sosial media hacker-hacker yang baik. Hacker yang baik ayo kita bantu masyarakat untuk menjaga," ungkapnya.

Jika dibiarkan, lanjutnya, akan berdampak sangat berbahaya baik bagi masyarakat maupun negara. Bahkan Informasi-informasi penting jika tersebar secara luas dapat mengancam keamanan negara.

"Dampaknya sangat berbahaya bagi privasi tentunya, keamanan data, keamanan hak milik, keamanan negara pasti berbahaya sekali," terangnya.

Cak Imin mengaku ribuan pesan WA masuk ke HP-nya usai data pribadinya disebarkan oleh @BJorka. Dia telah berganti nomor baru dan bersiap untuk melaporkan pelaku ke polisi.

"Pasti laporan, hari ini atau besok," tegasnya. [cob]