Data Pribadi Ratusan Guru Dinas Pendidikan Banten Bocor

·Bacaan 2 menit
Seiringnya teknologi berkembang, tingkat kegunaan smartphone pun terus meningkat. Walaupun begitu, masih saja ada pencurian data

Liputan6.com, Serang - Ratusan data pribadi guru Dinas Pendidikan Banten bocor ke publik. Kasus tersebut tengah ditangani unit Cyber Dirkrimsus Polda Banten. Menurut keterangan, ada 883 data pribadi guru, antara lain berupa nama, NIK, alamat, hingga nomor ponsel yang tersebar dan bisa di akses publik.

Unit Cyber Dirkrimsus Polda Banten mengatakan, satu orang pegawai Dindik Banten yang diduga kuat menjadi biang kerok dengan membocorkan data guru itu sudah diperiksa Polda Banten, Senin kemarin (8/11/2021).

"Karena ini menjadi laman publik milik pemerintah, setelah dilakukan penyelidikan awal terkait dengan kebocoran data atau ilegal akses terhadap laman milik pemerintah oleh Ditreskrimsus Polda Banten, upaya bersama dengan pemprov adalah merecovery sistem pengamanan dari kelompok data yang masuk dalam kewenangan atau penguasa dari Dinas Pendidikan Banten," kata Kabid Humas Polda Banten, AKBP Shinto Silitonga, Selasa (9/11/2021).

Masyarakat juga diimbau tidak mengakses situs vboo.pub, situs data guru-guru bisa diakses, karena mengandung malware atau virus, yang bisa berbahaya jika terhubung gawai pribadi atau perangkat komputer penggunanya. Dikhawatirkan, jika diakses bisa menyerap data pribadi penggunanya.

"Disarankan untuk tidak mengakses laman yang sudah beredar. Bisa berbahaya dengan sistem keamanan dari masing-masing perangkat gadget yang digunakan untuk mengunduh website tersebut," terangnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Respons Kadindik Banten

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Banten, Tabrani menjelaskan, data yang bocor ke publik bukan berasal dari website dinas. Namun data pribadi guru SMA sederajat di Kabupaten Tangerang bisa diunduh melalui situs penyimpanan data vbook.pub.

Setelah dilakukan pemeriksaan, data yang bocor merupakan data lama Dindik Banten, sebelum dia menjabat sebagai kepala dinas dan tidak mencantumkan Nomor Induk Pegawai (NIP).

"Bukan bocor web. Perlu diketahui web Dindik tidak memuat data privat guru. Data disana hanya memuat nama, NIK, alamat, nomor hp tidak ada NIP disitu. Kalau disitu ada guru mestinya ada NIP. Tapi itu hanya NIK," kata Kepala Dindik Banten, Tabrani, kepada awak media, Selasa (09/11/2021).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel